Rabu, 14 November 2018 06:02 WIB
pmk

Hukum

Bantu Kabur Bos Lippo, Petugas Imigrasi Kembalikan Uang Rp 30 Juta ke KPK

Redaktur: Dani Tri Wahyudi

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

INDOPOS.CO.ID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan terhadap advokat Lucas Rabu kemarin (7/11/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dalam dakwaan itu, disebutkan adanya keterlibatan salah satu petugas imigrasi Bandar Internasional Soekarno Hatta bernama Andi Sofyar. Dia diduga membantu kaburnya Eddy Sindoro.

Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Kepala Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Theodorus Simarmata. Bantahan tersebut, langsung ditanggapi oleh KPK lewat juru bicara KPK, Febri Diansyah. Febri meyakini pihaknya menguraikan sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

"Perlu kami sampaikan bahwa KPK telah menguraikan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini, termasuk salah satu pegawai imigrasi yang diduga memiliki peran dan menerima sejumlah uang," papar Febri pada awak media, Kamis (8/11/2018).

Adapun jumlah penerimaan uang tersebut yakni senilai Rp 30 juta dari pihak Eddy Sindoro. "Yang bersangkutan telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp 30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini," kata Febri.

Atas dasar pengembalian tersebut, maka KPK menjadikannya sebagai salah satu bukti yang akan dibuka dalam proses persidangan bersamaan dengan bukti-bukti lainnya. "Kami harap hal ini bisa memperjelas informasi terkait dengan perkara ini. Dan karena proses ini sedang di persidangan, ada baiknya kita hormati," pungkasnya.

Sekadar informasi, nama Andi sendiri memang disebut dalam surat dakwaan Lucas. Andi dinilai menerima uang senilai Rp 30 juta serta telepon seluler (ponsel) Samsung A6. Surat dakwaan memang baru dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu (7/11/2018), diduga pengacara Lucas membantu kaburnya Eddy Sindoro dari jerat hukum KPK.

Dia didakwa bersama-sama seorang wanita bernama Dina Soraya. Atas dakwaan itu, Lucas mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan jaksa KPK. Lucas mengaku keberatan terhadap dakwaan yang dibacakan jaksa. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-suap-perizinan-meikarta #febri-diansyah 

Berita Terkait

IKLAN