Rabu, 14 November 2018 05:10 WIB
pmk

Headline

Masih Diselidiki, Durian di Pesawat untuk Usaha

Redaktur: Juni Armanto

Kabin Pesawat Bau Durian Tabrak UU Perlindungan Konsumen. Dok Indopos

INDOPOS.CO.ID – Pihak maskapai Sriwijaya Air mengaku masih melakukan penyelidikan atas bau durian yang masuk ke dalam kabin di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Senin (5/11) lalu.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 091 rute Bengkulu-Jakarta diperkirakan mengangkut durian sekitar 2 ton, 25 kilogram (kg). Namun akhirnya durian itu diturunkan lantaran mendapat komplain dari para penumpang.

Humas Sriwijaya Air Willy menerangkan, durian tersebut akan dikirim ke Jakarta untuk sebuah usaha dari masyarakat Bengkulu di Jakarta. Kabarnya durian tersebut untuk bahan baku pabrik es krim? Sayangnya dia mengaku tidak mengetahui secara pasti bentuk usaha apa. ”Kalau pengiriman rutin nggak kok, kalau ada slot ya kita angkut,” ungkapnya kepada INDOPOS, Jakarta, Kamis (8/11).

Lebih jauh Willy mengungkapkan, pihaknya telah menerapkan packaging sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apabila bau durian tersebut tetap saja masuk dalam kabin penumpang, bisa saja disebabkan faktor lain. ”Packing kami sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Kalau bau masih tercium, kami tengah selidiki. Ada dugaan disebabkan faktor cuaca,” terangnya.

Willy menyebutkan, pada saat penumpang menyatakan keberatan terbang bersama durian dalam satu pesawat, pihaknya langsung merespon hal itu dengan menurunkan seluruh jumlah atau tonase durian tersebut. ”Kami langsung turunkan semua (durian, Red), malah kita terbangkan dengan maskapai lain,” katanya.

Terkait detail jumlah tonase durian tersebut, Willy enggan menyebutkan, dengan alasan tidak mengetahui. Bahkan ketika ditanya nama pemilik durian dalam manifest pun ia mengaku tidak mengetahui. ”Waktu itu kan konsennya soal durian, jadi tidak memikirkan itu (durian, Red) untuk apa. Kami hanya memikirkan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Jadi itu atas nama siapa kami tidak tahu. Karena itu bukan prioritas kami,” terangnya.

Willy juga membantah saat itu pesawat Sriwijaya membawa durian dalam tonase besar seperti dalam viral di media sosial (medsos) beberapa hari lalu. ”Itu salah informasi, tidak benar tonase durian sampai tiga ton dalam pesawat. Tapi tonase tiga ton itu jumlah keseluruhan kargo dan bagasi dalam pesawat,” tandasnya.

Sampai saat ini, kata Willym pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas bau durian yang masuk ke dalam kabin.”Dari penuturan salah satu penumpang (Amir Zidan, Red) yang pertama mengaku keberatan (complain, Red), pada saat itu cuaca sedang panas sekali. Tapi ini belum tentu, sedang kami selidiki,” ujarnya.
Willy menegaskan, komplain yang diajukan pertama kali Amir Zidan tidak untuk maksud apapun. Bahkan, ketika bertemu dengan maskapai Sriwijaya air, Amir mengaku sudah capek. ”Kalau kata Amir Zidan, dia tidak ada maksud untuk mem-viralkan itu,” pungkasnya.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo mengekspresi langkah yang diambil Sriwijaya Air yang langsung merespon keluhan penumpang. Karena itu bagian dari pemenuhan keselamatan dan kenyamanan penumpang. ”Ini tidak melanggar, karena maskapai langsung memberikan layanan terbaik dengan segera menurunkan durian. Jelas maskapai merugi dengan menurunkan durian ini,” ujarnya.

Bambang menuturkan, durian dalam kargo pesawat sudah diketahui pihak otoritas bandara sebagai wakil Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tentu semua barang dan penumpang harus terdaftar dalam manifest otoritas bandara. ”Kalau jumlah (durian, Red) yang diangkut cukup besar tonasenya, tapi ini kan masih memenuhi syarat terbang aman dengan persetujuan dari otoritas bandara,” terangnya.

Perhatian maskapai atas ketidaknyamanan penumpang, kata dia, harus dicontoh maskapai yang lain. Karena, ini bentuk perhatian terhadap keamanan dan kenyamanan penumpang. Karena tidak sedikit maskapai yang tidak memperhatikan standar layanan keamanan dan kenyamanan penumpang. ”Jadi kalau melanggar UU Penerbangan tidak, dikatakan melanggar UU Konsumen juga tidak, karena maskapai langsung merespon keluhan penumpang," terangnya.

Hanya saja ia memberikan catatan, dalam proses packaging barang dan kargo harus lebih baik. Selain itu, tata letak barang pun harus diperhatikan. Ini agar bau durian tidak masuk dalam kabin penumpang.
Pengamat Penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, insiden batal terbang pesawat Sriwijaya karena mengangkut durian bisa dikategorikan menabrak UU Perlindungan Konsumen. Hal itu merugikan penumpang, karena menganggu kenyamanan. Sebagai agen, maskapai bertugas membantu mengangkut hasil bumi. Namun, harus ada beberapa standar yang harus diterapkan, sehingga tidak menganggu kenyamanan penumpang.

"Angkut durian itu tidak dilarang. Tapi harus baik packaging-nya, sehingga bau tidak menganggu penumpang," terangnya. (nas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pesawat-bawa-durian 

Berita Terkait

IKLAN