Selasa, 20 November 2018 06:54 WIB
pmk

Internasional

Tiongkok Rekrut 31 Anak Paling Cerdas Kembangkan Senjata AI

Redaktur: Indra Bonaparte

CANGGIH – Peperangan di masa depan akan didominasi senjata pembunuh massal yang mengutamakan Artificial Intelligence, seperti yang saat ini dilakukan Tiongkok. (FOTO : Forbes Middle East)

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Tiongkok mengumpulkan 31 remaja paling cerdas di negara itu untuk mengembangkan senjata pembunuh massal paling canggih. Senjata tersebut menggunakan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dilansir dari South China Morning Post pada Kamis, (8/11), mereka adalah kelompok siswa paling cerdas di Tiongkok yang telah direkrut langsung dari sekolah menengah untuk memulai pelatihan sebagai ilmuwan senjata kecerdasan buatan termuda dunia. Mereka yang terpilih telah diseleksi dari sekitar 5 ribu kandidat yang ada. 31 remaja yang terpilih itu terdiri dari 27 anak laki-laki dan empat perempuan, semuanya berusia di bawah 18 tahun yang dipilih untuk program eksperimental empat tahun untuk sistem persenjataan cerdas di Beijing Institute of Technology (BIT)

BIT adalah salah satu institut penelitian senjata paling top di Tiongkok, dan peluncuran program baru ini adalah bukti dari bobot yang ditempatkan pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan untuk penggunaan militer.

Tiongkok saat ini berkompetisi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam perlombaan pengembangan aplikasi Artificial Intellegence (AI) yang mematikan. Mulai dari kapal selam nuklir dengan chip, hingga robot mikroskopik yang dapat merangkak ke pembuluh darah manusia.
"Anak-anak ini semuanya sangat pintar, tetapi menjadi pintar saja tidak cukup," kata seorang profesor BIT yang terlibat dalam proses penyaringan tetapi tidak ingin disebutkan namanya.

"Kami mencari kualitas lain seperti berpikir kreatif, kemauan untuk berkompetisi, kegigihan ketika menghadapi tantangan. Mereka harus punya semangat untuk mengembangkan senjata baru dan harus berjiwa patriotik," paparnya

Setiap siswa akan dibimbing oleh dua ilmuwan senjata senior, satu dari latar belakang akademis dan yang lainnya dari industri pertahanan. Setelah menyelesaikan program di semester pertama, siswa akan diminta untuk memilih bidang khusus, seperti teknik mesin, elektronik atau desain senjata secara keseluruhan. Mereka kemudian akan ditugaskan ke laboratorium pertahanan yang relevan di mana mereka akan dapat mengembangkan keterampilan mereka melalui pengalaman langsung.

Salah satu muridnya adalah Qi Yishen dari Provinsi Shandong di Tiongkok timur. Ia mengatakan, ia sangat tertarik dengan senjata. Sejak dia masih kecil dan senang membaca buku dan majalah tentang senjata. Setelah menyelesaikan program selama empat tahun, para siswa diharapkan untuk melanjutkan ke program PhD dan menjadi pemimpin berikutnya dalam pengembangan senjata AI Tiongkok.

Seorang Peneliti Teknologi Siber di Pusat Penelitian Kebijakan, United Nations University di New York, Eleonore Pauwels mengatakan, dia prihatin tentang peluncuran program BIT Tiongkok. "Ini adalah program universitas pertama di dunia yang dirancang secara agresif dan strategis mendorong generasi berikutnya untuk berpikir, merancang, dan menyebarkan AI untuk penelitian dan penggunaan militer," paparnya.

Sebenarnya Amerika memiliki program serupa, seperti yang dijalankan oleh Defence Advanced Research Projects Agency, mereka beroperasi dalam kerahasiaan relatif dan selalu bekerja sama dengan ilmuwan yang mapan. (ina/jpc/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #tiongkok #kembangkan-senjata-ai 

Berita Terkait

Prancis : Kekaisaran Eropa untuk Lawan Tiongkok

Internasional

Karyawan Dipaksa Minum Air Kencing dan Makan Kecoa

Internasional

Tiongkok Sistem uji Coba Pertahanan Misil

Internasional

Susy Targetkan Satu Gelar di Kejuaraan Dunia

Bulutangkis

IKLAN