Rabu, 14 November 2018 06:12 WIB
pmk

Jakarta Raya

Hidup Sehat, Tekan PTM Drastis

Redaktur: Sicilia

HARI DIABETES-Sun Life mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat melalui kampanye "Live Healtier Lives" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11). Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Survei Sun Life Financial Asia Health Index memaparkan, bahwa masyarakat di Asia termasuk Indonesia, berpotensi masuk dalam kategori ‘Generasi O". PT Sun LIfe Financial |ndonesia (“Sun Life") kembali mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda untuk mulai menjalani pola hidup sehat.

Ajakan itu diusung dalam kampanye ‘Live Healthier Lives' untuk menyambut Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November. ''Hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2014 menemukan, bahwa masyarakat di Asia termasuk |ndonesia, berpotensi untuk masuk dalam kategori ‘Generasi O’ yang terlalu banyak bekerja (overworked), banyak makan tidak sehat (overeating),
dan hidup makin kewalahan (overwhelmed). Populasi Generasi O semakin meningkat, seiring dengan gaya hidup masyarakat khususnya generasi muda," ujar Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).Dia menjelaskan, generasi O cenderung menjalani pola hidup tidak teratur.

Mengabaikan asupan makanan yang baik, jarang o|ahraga, serta mendapat tekanan dari berbagai pihak.
PadahaI, lanjut dia, generasi muda Indonesia memiliki potensi yang besar untuk meraih berbagai target yang mereka tetapkan. Sekaligus berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Itu sebabnya, pihaknya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk memberikan perhatian Iebih pada kondisi kesehatan mereka.

Lebih lanjut, dia memaparkan hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2016/17 yang mencatat, bahwa sebagian besar generasi muda |ndonesia belum rutin berolahraga (51 persen), tidur kurang dari 6 jam per hari (34 persen), serta memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat (32 persen).

Penduduk |ndonesia yang mengatakan bahwa mereka merokok Iebih dari satu kali per hari juga cenderung Iebih tinggi persentasenya dibanding dengan negara lain (22 persen dibandingkan dengan 13 persen secara regional). Jika dibiarkan. kondisi ini dapat memicu kemungkinan timbulnya berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM).

Berbicara tentang tantangan yang dihadapi Generasi O, Dwi Sutarjantono, selaku Pengamat Gaya Hidup menjelaskan, teknologi telah mengubah pola hidup dan tantangan yang dihadapi generasi saat ini. Hal ini bahkan tidak ditemukan pada generasi sebelumnya.

"Mereka juga memiliki karakter yang senang dengan tantangan, bekerja cepat, serta ambisius. Namun di sisi lain, semangat ini membawa mereka pada kondisi kelelahan secara mental maupun fisik. Belum lagi persaingan yang semakin keras, serta permasalahan identitas yang kerap dialami akibat berkembangnya media sosial," paparnya

Dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi generasi ini, kata dia, cenderung memilih cara instan untuk menyelesaikan masalah.

Misalnya, bekerja hingga larut, mengonsumsi makanan cepat saji, serta menyibukkan diri dengan gadget yang tanpa disadari pada akhirnya justru berakibat pada munculnya berbagai masalah baru. Utamanya di bidang kesehatan.

Sejatinya, pemahaman mereka akan pentingnya pola hidup sehat sudah cukup baik. Namun sayang, belum diimbangi dengan perbuatan dan komitmen yang nyata,'' bebernya.

Pola hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama timbulnya berbagai PTM, diabetes misalnya. Padahal, penyakit tidak menular sesungguhnya dapat dicegah dengan mengendali
kan berbagai faktor risiko. Salah satunya, dengan rutin melakukan aktivitas fisik.

Dr Grace Joselini, selaku Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Asian Games 2018 menambahkan, meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat membantu menjaga kesehatan secara umum. Sebagai langkah awal, olahraga basic sepertl jalan cepat, jogging, serta lari dapat dijadikan pilihan tepat.

''Olahraga lari juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan risiko mengidap penyakit, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga membantu melepaskan hormon endorfin, yang membuat perasaan menjadi lebih rileks. Di sisi Iain, lari dan gaya hidup sehat tengah menjadi tren tersendiri, yang tentunya baik untuk diterapkan dan perlu diiringi dengan komitmen berkelanjutan,'' katanya. (dew)



 


TOPIK BERITA TERKAIT: #hidup-sehat #diabetes 

Berita Terkait

Waspada Hipoglikemia pada Diabetasi

Jakarta Raya

KPKP Ajak Anak SD Suka Makan Ikan

Jakarta Raya

Gaya Hidupmu Tentukan Kualitas Kesehatan

Jakarta Raya

Cegah Diabetes dengan Konsumsi 6 Makanan ini

Kesehatan

Bukan Cuma Gula, Kebiasaan ini Picu Diabetes

Lifestyle

Cegah dan Obati Diabetes dengan Ini

Lifestyle

IKLAN