Rabu, 14 November 2018 05:34 WIB
pmk

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Redaktur: Sicilia

PENGINGAT-Konferensi pers "The 2nd Indonesian Hydration and Health Conference" di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (7/11) lalu.Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Musim hujan sudah tiba. Biasanya cuaca dingin saat musim hujan membuat orang jarang haus. Tapi, bukan berarti kita jadi tidak butuh minum, lho

Justru, abai minum karena tidak merasa haus, bisa berakibat dehidrasi. Profesor Stavros Kavouras dari Arizona State University mengungkapkan, soal banyaknya minum air, tidak bergantung pada musim.
Musim apapun, lanjutnya, kita tetap disarankan untuk minum air setidaknya 1,5 - 2 liter. Atau 8 gelas tiap harinya untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh kita.

''Dingin membuat kita sering kencing. Itu merupakan sebuah mekanisme fisiologis. Asupan cairan kita bergantung pada dua hal. Yaitu, temperatur dan seberapa aktifnya kita. Kalau Anda cuma duduk saja seharian di depan komputer mungkin nggak butuh air sebanyak mereka yang sering berjalan,'' kata Prof Stavros pada konferensi pers The 2nd Indonesian Hydration and Health Conference di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (7/11) lalu.

Ia menyebutkan, indikasi untuk mengetahui apakah kita sudah cukup minum air perharinya bisa dilihat melalui warna urine dan seberapa sering kita kencing. Jika semakin gelap warna urine, maka tubuh kita masih kekurangan cairan dan harus minum lebih banyak.

Sedangkan, jika frekuensi kita kencing semakin sering, maka artinya tubuh sudah mendapat cukup cairan dan tak perlu meminum lebih banyak. Cuaca dingin yang membuat kita juga sering kencing tak akan berpengaruh selama minum sesuai anjuran.

Di tempat yang sama, Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, selaku Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) mengatakan, perlunya melihat tanda-tanda lain dehidrasi seperti bibir pucat dan pecah-pecah serta kulit kering sebagai indikasi tubuh sudah mendapatkan cukup cairan atau belum. ''Terutama kalau bekerja di tempat yang ber-AC. Ada penguapan yang terjadi. Tapi, karena suhu ruangan yang dingin membuat kita lupa bahwa kita haus, butuh minum. Jangan sampai dalam waktu 4 jam kita nggak minum. Karena waktu itulah saatnya memproduksi urine,'' imbuhnya.

Sementara itu, bagi ibu hamil, dibutuhkan lebih banyak cairan. Yakni sekitar 2 gelas tambahan atau sejumlah 2,5 liter perhari.

Hal ini guna mencukupi produksi air ketuban yang dibutuhkan oleh bayi. ''Jika produksi air ketuban pada ibu hamil berkurang, ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Ini bisa mengakibatkan janin berukuran kecil dan pada alat geraknya bisa terjadi kelainan anatomi, kelainan bentuk, dan lain sebagainya,'' katanya.

Publikasi Liq.in 7 (European Journal of Nutrition) tahun 2018 menunjukkan, sebanyak 78 persen anak-anak, 79 persen remaja, dan 72 persen dewasa dari total 3.644 partisipan, telah tercukupi kebutuhannya cairannya. Dalam pemenuhan cairan tersebut, air putih merupakan kontributor total asupan cairan untuk seluruh umur (76 persen hingga 81 persen).

Namun, masyarakat Indonesia masih tinggi dalam mengkonsumsi minuman bergula yang ditunjukkan sebanyak 24 persen anak, 41 persen remaja, dan 33 persen dewasa, mengonsumsi 1 porsi (250 ml) minuman bergula per hari. Stavros mengatakan, hasil penelitian Liq.in 7 tersebut memperlihatkan, masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran dalam memenuhi hidrasi sehat.

Total asupan cairan masyarakat lndonesia sudah meningkat. Tetapi hal tersebut diiringi juga dengan peningkatan asupan minuman bergula.

"Asupan minuman bergula yang berlebihan dapat secara signifikan meningkatkan risiko obesitas, diabetes mellitus, dan dapat menyebabkan penyakit lain, seperti ginjal,'' ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Medical Physiology di Toulouse School of Medicine Paul Sabatier France University Prof Ivan Tack mengatakan, kebiasaan minum air putih dapat menjaga kesehatan ginjal. Untuk itu, minum air paling sedikit 2 liter atau 8 gelas bagi orang dewasa.

''Dengan jumlah itu, dapat membantu mencegah penyakit batu ginjal, infeksi kandung kemih, dan dapat membatasi perkembangan (progresi) dari penyakit ginjal akut,'' ujarnya. Untuk mendorong perilaku masyarakat dalam memenuhi hidrasi sehat tersebut, IHWG (Indonesian Hydration Working Group) dengan PT Tirta lnvestama (Danone-AQUA) dan Kementerian Kesehatan mengembangkan bebagai program untuk meningkatkan kesadaran akan hidrasi sehat. Sehingga, diharapkan, bis membantu perubahan perilaku hidup yang lebih sehat.

Salah satu programnya, seperti penelitian, advokasi dan edukasi kepada masyarakat dengan program Ayo Minum Air (AMIR). Hydration Science Director PT Tirta lnvestama (Danone-AQUA) dr Tria Rosemiarti menambahkan, pihaknya berharap program AMIR ini akan menciptakan dampak positif.
Khususnya untuk mendorong kebiasaan minum air yang sehat, terutama pada anak-anak. Sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

"Berdasarkan penelitian yang dilakukan Danone Research, hidrasi sehat menunjang kualitas hidup dengan mendukung fungsi kognitif. Seperti konsentrasi dan fungsi visual, serta menurunkan risiko terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes, batu ginjai dan lainnya,'' katanya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Pasien Tinggal Datang, Tak Perlu Antre

Jakarta Raya

Lima Kelurahan Belum Miliki Puskesmas

Megapolitan

Nyeri Sendi Rutin, Waspada Sarkoma

Jakarta Raya

Dermatitis Atopik, Penyakit Kulit Langganan Bayi

Jakarta Raya

IKLAN