Rabu, 14 November 2018 05:09 WIB
pmk

Jakarta Raya

Warga Rusun Diajari Jadi Petani

Redaktur: Sicilia

HIJAU-Gang-gang pemukiman padat banyak yang disulap menjadi lahan pertanian. Foto: DOK/JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sebanyak 100 warga dari Rusun Jatinegara Kaum dan Rusun Pulo Jahe mengikuti pembinaan dan pengembangan sistem pertanian perkotaan (urban farming) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Rabu (7/11) lalu.

Kepala Seksi Pengendalian Mutu dan Agribisnis Dinas KPKP DKI Jakarta Iwan Indriyanto mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Rusun Jatinegara Kaum, Jakarta Timur ini untuk mengedukasi warga rusun tentang pentingnya bercocok tanam.

Termasuk juga mengajarkan warga rusun agar mulai hidup sehat dengan mengkonsumsi hasil pertanian bergizi. "Kegiatan tersebut juga berfungsi untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH). Yang sekaligus bentuk implementasi Ingub No 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan serta Ingub No 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di DKI Jakarta," ujarnya, dalam keterangan resminya, Kamis (8/11).

Dalam kegiatan tersebut, sambung Iwan, warga rusun dibekali sejumlah materi. Di antaranya, berdaya guna dan mandiri pangan, bertani hidroponik sederhana skala rumah tangga, dan pembuatan nutrisi AB Mix.
Kepala UPRS Rusun Jatinegara Kaum Asih Sumaretmi berharap, pelatihan yang digelar ini dapat membuka wawasan baru bagi warga rusun dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kami juga melakukan penanaman 80 pohon produktif di rusun. Seperti alpukat, belimbing, gandaria, duku, dan jambu air," tandasnya.

Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Pusat juga menggalakkan program urban farming di sejumlah tempat. Program tersebut diyakini mampu membantu menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di Ibukota.
"Saat ini ada 30 tittik urban farming baru di wilayah Jakarta Pusat. Kita juga terus lakukan pembinaan kepada petani untuk mengembangkan hasil produksinya," ujar Sunarto, selaku Kepala Seksi Pertanian Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, terpisah, sebelumnya.

Ia menyebutkan, 30 titik urban farming baru di Jakarta Pusat masing-masing tersebar enam titik di Cempaka Putih, empat titik di Johar Baru, dua titik di Kemayoran, lima titik di Menteng, dan empat titik di Sawah Besar. "Kemudian dua titik di Senen, empat titik di Gambir, dan tiga titik di Tanah Abang," sambungnya.
Sunarto menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap para petani binaan urban farming. Termasuk, memberikan bantuan media tanam dan berbagai jenis tanaman dan pupuk dengan alokasi anggaran Rp 982 juta pada tahun ini.

"Pembinaan dilakukan oleh 30 penyuluh yang tersebar di delapan kecamatan," terangnya. (ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #rusun #petani 

Berita Terkait

IKLAN