Rabu, 14 November 2018 06:22 WIB
pmk

Jakarta Raya

Warga Cipinang Melayu Minta Dibuatkan Tanggul

Redaktur: Purwoko

GANGGU LALU LINTAS-Banjir masih menjadi momok menakutkan bagi warga Jakarta.Foto: DOK/ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Musim penghujan sudah datang. Sejumlah warga di pemukiman langganan banjir pun sudah bersiap.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta  juga ikut membantu. Agar banjir tidak dirasakan warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Maka itu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan sejumlah persiapan di kawasan itu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun melakukan inspeksi mendadak di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Disana, dia mendengarkan semua keluhan masyarakat. Salah satunya keinginan warga untuk dibangunkan tanggul. Karena wilayah tersebut selalu terendam banjir karena luapan air kali yang tinggi.

”Tanggulnya separuh. Jadi, kalau (volume) airnya besar, maka luber dan kena warga," ujar Anies Baswedan di kantornya, Kamis (8/11). Pembangunan tanggul, menurut Anies sudah dilakukan.

Hanya saja, proyek tersebut terhenti pada 2014 lalu. Kini warga meminta Pemprov DKI melanjutkan pembangunan tanggul itu agar tak lagi terendam banjir.

”Tanggul di sini baru separuh. Dikhawatirkan menimbulkan banjir kalau air kali meluap,” ungkapnya.

Anies berjanji, pihaknya akan segera meninggikan tanggul di kawasan itu. Pihaknya akan membangun tanggul sementara.
Setelah itu, Pemprov DKI merencanakan pembangunan tanggul permanen. ”Paling tidak solusi jangka pendeknya dulu untuk tanggul temporer,” ucapnya.

”Tahun ini bisa diteruskan pembangunan tanggul sementara. Tahun depan kita permanenkan,” janjinya.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Iman Satria mengingatkan, agar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengganti kepala UPT. Pasalnya, sejauh ini, penyerapan anggaran di Dinas Sumber Daya (SDA) DKI Jakarta sangat kecil.

Dalam 11 bulan pemerintah berjalan saat ini, penyerapan anggaran di dinas tersebut baru 27,9 persen. ”Salah satu penyebab rendahnya penyerapan pada dinas SDA pada mata anggaran pembebasan lahan. Dari anggaran yang diperuntukkan pembebasan lahan senilai Rp 1,8 triliun baru 20 persen yang terserap” bebernya.

Padahal, menurut Iman, saat ini Jakarta sudah memasuki musim penghujan. Iman khawatir itu berdampak pada penanganan banjir yang belum maksimal.

Beberapa kali sungai mengalami pendangkalan, termasuk penyempitan trase. Sementara pembebasan lahan yang dilakukan belum berjalan maksimal, beberapa kali masih alami penyempitan.

”Kami akan selidiki Unit Pelayanan Tanah (UPT) milik Dinas Sumber Daya Air yang menangani pembebasan lahan, kenapa serapannya rendah terus,” katanya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #anies-baswedan #pemprov-dki-jakarta #banjir 

Berita Terkait

Hujan Petir, Waspada Banjir

Headline

Calon Wagub DKI Harus Mau Kerja Keras

Jakarta Raya

Hujan Seharian, Tiga Kecamatan Diterjang Banjir

Headline

Massa GPII Geruduk Kantor Anies

Headline

IKLAN