Rabu, 14 November 2018 05:32 WIB
pmk

Jakarta Raya

Gelar Perkara Kasus Pelajar Tewas Dibacok

Redaktur: Purwoko

SADIS-Berbagai reka adegan kasus pelajar tewas dengan luka bacok dilakukan di lokasi kejadian, Jalan Deplu Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).Foto: JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID  -Polsek Pesanggarahan, Jakarta Selatan melakukan gelar perkara (rekonstruksi) kasus tewasnya pelajar berinisial MK, Kamis (8/11). Tempat Lokasi Kejadian (TKP) Jalan Deplu Raya, Pesanggarahan, Jaksel, menjadi tempat digelarnya reka adegan perkara itu.

TKP dipilih karena sesuai dengan lokasi kematian MK. Mendampingi Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Maulana J Karespina, Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Fajrul menjelaskan, MK meninggal dalam tawuran pelajar yang terjadi di Jalan Deplu Raya, Rabu (31/10) lalu.

"Kami lakukan rekonstruksi atas kasus meninggalnya korban MK ini. Ada delapan adegan diperlihatkan dalam rekonstruksi. Supaya kami tahu persis bagaimana kronologis kejadian,” bebernya.

Dalam rekontruksi tersebut, terlihat korban sempat terjatuh. Kemudian pelaku mengarahkan celuritnya kearah korban.
Usai tersabet, korban masih sempat lari dan ditolong orang ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Sebelumnya, delapan pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran di Jalan Deplu Raya, Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (31/10) lalu, ditetapkan sebagai tersangka. Akibat tawuran tesebut, sejumlah pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) mengalami luka. Di antaranya, Rico Ferdiansyah (18), Arthur Alamsyah (18).

Sedangkan pelajar SMK lain yakni Muhammad Kindy (17) meninggal dunia saat dibawa ke RS. Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana J Karepesina menambahkan, petugas mengejar para tersangka tersebut ke sejumlah wilayah di Tangerang. Para pelajar yang diamankan yakni FR (16) yang diduga melakukan penganiayaan di punggung korban. Pelaku lainnya, RA (16) yang melukai leher korban, RD (17) melukai tubuh korban memakai golok, BW (15) memukul korban hingga jatuh dan MFN (17) sempat menendang korban.

Selain itu, sejumlah pelajar terbukti membawa senjata tajam dalam aksi tawuran berdarah tersebut. Mereka yakni MF (19) yang sudah lulus sekolah menengah atas (SMA) membawa clurit, BRM (16) membawa gergaji sisir, dan RI (12) membawa senjata tajam jenis pedang.

Dia menjelaskan, awal kejadian itu bermula saat sejumlah pelajar sekolah gabungan merencanakan tawuran dengan pelajar yang berasal dari sekolah-sekolah berbeda. Mereka berjanji bertemu melalui akun Instagram tidak resmi.

"Mereka janjian bertemu di kolong Tol Deplu Raya Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel, kejadian tawuran berlangsung sekitar 10 menit tepat pukul pukul 22.00," tambah Iptu Fajrul, selaku Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa #kasus-pelajar-tewas-dibacok 

Berita Terkait

Israel Bunuh Panglima Al-Qassam

Internasional

Rumah Dilahap Api, Puluhan Selebriti AS Mengungsi

Internasional

Kebakaran California, 25 Orang Tewas

Internasional

Laddy Gaga Tinggalkan Malibu

Indotainment

Jurnalis Kritis Mati Dalam Penjara Saudi

Internasional

IKLAN