Rabu, 14 November 2018 05:10 WIB
pmk

Lifestyle

Tingkatkan Kualitas Hidup Melalui Alive, Jadi Tahu Emosi Mana dan Innerchild Mana

Redaktur: Heryanto

Praktik Alive oleh para pembicara. Foto: dokpri

INDOPOS.CO.ID - The Golden Space Indonesia meluncurkan program roadshow bermuatan positif bernama Alive di Jakarta, Maret 2018 lalu. Alive adalah program berisi positive talks dan kegiatan meditasi dengan konsep yang nonreligius dan universal.

Adapun tujuan daripada program ini untuk menginspirasi dan membantu orang-orang mengasah intuisi dan mendengarkan hati mereka sehingga bisa menjadi navigator untuk membantu proses pengambilan keputusan yang lebih baik, menemukan makna dan tujuan hidup hingga pada akhirnya menjalani hidup bahagia yang sepatutnya kita jalani.

Alive membahas 5 pilar kehidupan, yaitu Abundant Wealth, Loving Relationship, Inspiring Work, Vibrant Health dan Empowering Earth. Alive sudah diadakan di 6 kota di Indonesia, seperti Bali, Makassar, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dan Palembang. Puncaknya, Alive diadakan di Jakarta, sore tadi Jumat (23/11) di Thamrin Nine Ballroom, UOB Building, Jakarta.

Alive Jakarta akan menghadirkan pembicara inspiratif, Talita Setyadi (Founder & Managing Director BEAU), M. Bijaksana Junerosano (Managing Director Waste4Change), Amaranila Lalita Drijono, M.D (Derm) (Founder MataCinta & GEMASS Indonesia), Helena Abidin (Marketing Director BMW Indonesia), dan Stephanie Hermawan (Angel Impact Investor), dan banyak lagi.

Direktur The Golden Space Indonesia Stephanie Hermawan mengatakan, fokus Alive adalah untuk mengubah hidup menjadi positif secara otentik melalui peningkatan kualitas wealth, health, work, relationship dan lingkungan tempat Anda hidup.

“Di dunia yang sangat sibuk ini, orang-orang ingin menjalani hidup yang bermakna. Rutinitas dan kesibukan yang membuat stres adalah tantangan terbesar yang menyulitkan mereka menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya,” ujar Stephanie dalam rilisnya, Jumat (9/11/2018).

Jika kita membandingkan kehidupan modern saat ini dengan apa yang kita lihat 10 tahun lalu, ulas Stephanie, bisa dipastikan ada sebuah perbedaan yang signifikan atau meningkatnya level stres. Hal ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan seperti menurunnya produktivitas, naiknya angka kekerasan dan bunuh diri, serta semakin banyak masalah kesehatan.

“Dalam situasi ini, seringkali kita membayangkan untuk memiliki GPS pribadi yang bisa menuntun kita untuk hidup dengan lebih bahagia. Namun banyak yang lupa atau bahkan tidak menyadari bahwa GPS tersebut sudah ada di dalam tubuh kita sejak kita lahir, yaitu intuisi kita,” imbuh Stephanie, entrepreneur dan pembicara di Alive.

Alive, kata dia, akan memberikan keterampilan yang praktis untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga mereka bisa menjalani hidup yang mereka inginkan. (ers)




TOPIK BERITA TERKAIT: #kualitas-hidup 

Berita Terkait

IKLAN