Rabu, 14 November 2018 05:46 WIB
pmk

Nasional

TIM DVI Identifikasi 626 Sampel DNA Korban Lion Air

Redaktur: Heryanto

Konferensi pers operasi DVI Polri kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tipe Boeing 737 di RS Polri.

INDOPOS.CO.ID - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri memeriksa 626 sampel DNA, terhadap korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dalam operasi DVI. Sedangkan kantong jenazah yang telah diterima hingga Jumat (9/11/2018) berjumlah 194.

Kepala Tim Ante Mortem Tim DVI Polri Kombes Pol Saljiyana mengatakan, sampel DNA 626 dari bagian tubuh korban berhasil ditemukan tim Basarnas di parairan Tanjung Pakis, Karawang Jawa Barat. Ini tempat jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Menuju Pangkal Pinang Babel, Senin pagi (29/10).

"Jumlah sampel DNA tersebut belum termasuk dari delapan kantong jenazah yang kami terima tadi malam. Kemudian untuk yang teridentifikasi sudah 71 individu, terdiri atas 42 laki-laki dan 19 perempuan," ujar Kombes Saljyana di RS Bhayangkara Polri, Jakarta,  Jumat (9/11/2018).

Sementara data Ante Mortem yang melapor hingga hari ini sebanyak 256 laporan yang dikumpulkan dari antemortem RS Polri Kramatjati, Jakarta sebanyak 231 laporan. Dan Ante Mortem Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polda Bangka Belitung, telah terkumpul sebanyak 45 laporan, sehingga jumlah data antemortem yang sudah terverifikasi menjadi 189 laporan.

Data Ante Mortem adalah data identifikasi dari data korban semasa hidup yang bida didapat dari keluarga maupun catatan medis misalnya foto, pakaian atau aksesoris yang terakhir digunakan, tanda lahir, hingga sampel DNA dari orang tua atau anak kandung. "Dataante mortem sebanyak 256, terdiri dari RS Polri sebanyak 213 dan Biddokkes Polda Bangka Belitung 43. Dari 256 data ante mortem yang terverifikasi ada 189," beber Saljyana. (dan)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lion-air #tim-dvi 

Berita Terkait

IKLAN