Rabu, 14 November 2018 05:43 WIB
pmk

Jakarta Raya

Tiga Bulan Kursi Wagub DKI Kosong, Mendagri: Itu Urusan Parpol Pengusung

Redaktur: Heryanto

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo (kedua dari kiri) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/11/2018). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sudah tiga bulan kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta kosong. Sampai saat ini belum ada yang menggantikan Sandiaga Uno setelah mundur dari kursi Wagub DKI Jakarta karena maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berjanji akan segera memproses. Namun menurutnya, proses tersebut tergantung dari partai pengusung. “Saya tidak bisa maksa, saya hanya mengingatkan kepada DPRD, kepada Pak Gubernur segera diproses. Partai pengusungnya aja belum satu suara,” kata Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Tjahjo juga mengatakan tidak ada masalah jika calon kepala daerah (cakada) di usung oleh satu partai politik (parpol). “Kalau cakada atau wakil di usung satu parpol tidak masalah. Tapi UU mengatakan bisa satu parpol, bisa juga gabungan parpol. Kalau DKI ini, kan ada Gerindra dan PKS,” ujarnya.

Tjahjo Kumolo pun mengingatkan untuk mengisi ke kosongan kursi Wagub DKI Jakarta, jika tidak ini bisa menjadi sebuah masalah. “Bisa masalah, bisa tidak. Tapi kan paketnya adalah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Apakah dengan satu orang mengganggu atau  tidak? Yang merasakan gubernurnya. Problemnya kan di partai pengusung ini,” pungkasnya. 

Salain itu, lanjut Tjahjo juga mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak memaksa. Cakada harus tergantung oleh partai. “Pak Anies juga tidak bisa maksa, tergantung kesepakatan di dua partai itu,” pungkasnya. (cr1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mendagri #kursi-wagub-dki 

Berita Terkait

IKLAN