Rabu, 14 November 2018 06:23 WIB
pmk

News in Depth

Meski Ditahan, PAW Tunggu Kasus Inkracht

Redaktur: Syaripudin

Grafis GIMBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menunggu surat pengajuan pengganti Taufik Kuniawan sebagai Wakil Ketua DPR. Pasalnya, hinga saat ini pimpinan DPR belum menerima siapa pengganti Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu. Terlebih, Taufik resmi ditahan KPK karena diduga terima duit patgulipat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016.

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menuturkan, pihaknya juga belum menerima surat dari PAN untuk nama yang akan menggantikan posisi Taufik. "Sampai saat ini tidak ada. Kita masih menunggunya," ujar Agus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (8/11).

Sampai saat ini diketahui, Taufik belum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR, menurut Agus kepentingan Pergantian Antar Waktu (PAW) harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), dimana pimpinan DPR dapat diganti jika memenuhi tiga syarat.

Salah satunya, yang bersangkutan terkena kasus hukum, namun terkena kasus hukum ini bisa diproses apabila sudah inkracht. Sementara, sambung politikus Partai Demokrat itu, kasus dugaan korupsi yang menjerat Taufik belum memiliki kekuatan hukum tetap dan belum ada surat pengunduran diri.

"Kalau masih dalam taraf sekarang ini belum bisa diproses. Kalau tiga persyaratan ini tidak terpenuhi tentunya tidak ada proses daripada hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan DPR," ungkapnya. Dia menyampaikan, hal itupun tidak dapat ditindak oleh partai untuk mendorong segera menggantikan Taufik.

Karena semua proses ini harus mengikuti aturan hukum. "Kita harus bekerja sesuai dengan aturan huukum yang ada. Kalau peraturan perundang-undangannya enggak bisa tentunya tidak ada itu yang namanya dorong mendorong," tegasnya.

Berhubung Taufik yang saat ini tidak dapat melanjutkan tugasnya sebagai Wakil Ketua DPR, Agus menegaskan, ketidakhadiran Taufik tidak pengaruhi kinerja DPR. "Kalau saya ditanya masalah kinerja itu tidak terganggu sama sekali, jadi gini pimpinan itukan kolektif kolegial sehingga kalau satu tidak bisa hadir atau satu tidak aktif itu tentunya masih bisa ditopang dengan yang lain. Jadi ketidakhadiran pak Taufik sampai saat ini tidak mengganggu dari jalannnya DPR," kata Agus. 

Terpisah, Ketua DPP PAN, Yandri Soesanto menegaskan, pihaknya segera mengganti Taufik Kurniawan dari jabatan Wakil Ketua DPR. PAN sudah menyepakati satu nama. "Waktu Mas Taufik ditetapkan sebagai tersangka Selasa, kita Rabu-nya, sekjen dengan ketum bersama beberapa orang sudah membahas itu (pergantian posisi Wakil Ketua DPR, red). Kalau persoalan nama, Insya Allah tidak ada masalah, satu nama sudah ada, tinggal dikirim ke pimpinan DPR," terangnya saat dihubungi, Kamis (8/11).

Yandri menyebut penetapan satu nama sebagai pengganti Taufik Kurniawan diposisi pimpinan DPR melalui proses mufakat. Tak ada perbedaan pendapat soal satu nama itu. "Di internal PAN tidak ada tarik menarik, tidak ada perdebatan panjang tidak ada silang sengketa pendapat. PAN itu sepakat untuk menentukan pilihan dan saya bilang tadi satu nama sudah ada," tegas Yandri.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu mengatakan, pengganti Taufik tak bisa serta merta disahkan. Pengesahan ini terhambat lantaran DPR sedang memasuki masa reses. ”Sekarang yang jadi kendala DPR sedang reses, sementara di UU MD3 bahwa pelantikan PAW atau pergantian pimpinan DPR itu harus di depan sidang paripurna. Sidang paripurnanya bisa digelar ketika masa sidang itu sudah kembali aktif. Kalau reses, kan nggak boleh ada sidang paripurna," jelas Yandri. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #news-in-depth 

Berita Terkait

IKLAN