Jumat, 14 Desember 2018 11:49 WIB

makanmakan

Primadona Ditengah Jajanan Modern

Redaktur: Achmad Sukarno

INDOPOS.CO.ID - Berwisata ke kawasan Timur Pulau Bali, wisatawan juga akan disajikan beragam jenis menu makanan yang eksotik.  Tidak hanya menu Babi Guling dan Ayam Betutu yang sudah terkenal hingga ke Mancanegara, namun  beragam jajanan tradisional yang tidak kalah enaknya dengan snack masa kini.  Salah satunya  adalah jajan atau jaja (kue) Laklak.

Sebagai salah satu snack khas Bali,  jaja Laklak tidak saja dikenal di pasar kuliner tradisional,  namun menjadi salah satu snack yang eksis hingga ke pasar pariwisata,  terbukti dengan banyaknya hotel bintang lima di kawasan Kuta dan Nusa Dua yang menyuguhkan Laklak sebagai pilihan snack kepada para tamunya.

Bagi yang ingin menikmati Laklak dengan nuansa yang berbeda,  bisa datang ke Warung Laklak Pengangon yang berlokasi di Desa Bakas di Kabupaten Klungkung.  Di Warung Laklak ini,  wisatawan  bisa menikmati Laklak khas Bali dengan lelehan gula merah,  sembari melihat  pemandangan sawah yang hijau.

Yudi, salah seorang wisatawan asal Denpasar, mengaku sering datang ke Warung Laklak ini karena enak dan suasananya   benar-benar menyenangkan.  "Di Warung Laklak Pengangon ini  Laklaknya spesial,  karena disajikan ketika masih hangat," jelasnya.

Laklak di Warung Laklak ini memang disajikan ketika masih hangat, karena pengelola warung memanggang Laklak ketika ada pesanan.   Semua pelanggan juga bisa melihat langsung proses pemanggangan Laklak yang akan disajikan.

Laklak di Warung Laklak Pengangon ini spesial karena gula merah yang digunakan adalah buatan perajin gula di sekitar Desa Bakas, sehingga rasa gulanya benar-benar manis,  tidak ada jejak rasa pahit seperti gula merah pada umumnya.

Selain Laklak,  di warung  yang bangunannya semi permanen ini, juga menyediakan beberapa jenis menu lainnya, seperti Bubur Sumsum, Kue Lukis, Ketan Kukus, dan beberpa jenis jaja Bali lainnya.  
Untuk menemani menyantap Laklak,  Warung Laklak Pengangon ini, juga menyediakan kopi sebagai minuman khasnya.  "Kopi yang diisajikan di warung ini cukup enak.  Kalau dari rasanya, itu adalah kopi Bali yang dihasilkan petani Bali dan diolah dengan cara manual,  jadi rasanya benar-benar unik," lanjut Yudi.

Menyaksikan sendiri proses memanggang Laklak di Warung Pengangon ini,  diakui Yudi mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan.  "Selain bisa tahu bagaimana Laklak itu dibuat,  menunggu Laklak matang,  juga memberikan sensasi yang berbeda," ungkapnya.

Sembari menunggu, pelanggan   tidak akan bosan sama sekali,  karena lokasi warung yang ada di tengah sawah menyuguhkan panorama yang indah dan menyegarkan. Apalagi,  pemandangan di sekitarnya  tidak saja nuansa warna hijau persawahan pada umumnya.  Namun, di sekitar warung ini juga memiliki hamparan warna kuning yang cantik karena  areal pertaniannya  juga ada tanaman bunga Mariegold atau Bunga Mitir.  "Kebun bunga Mitir ini,  memberikan nuansa warna yang cantik,  sehingga tempat ini sangat cocok untuk membuat foto indah," terangnya. (bx/gek/yes/JPR)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN