Nasional

53 PDAM Masuk Kategori Sakit, Secara Tren Mulai Membaik

Redaktur: Nurhayat
53 PDAM Masuk Kategori Sakit, Secara Tren Mulai Membaik - Nasional

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia belum sepenuhnya sehat. Itu berdasar hasil penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian PUPR.

Hasil penilaian kinerja tahun 2018 terhadap 374 PDAM dari 391 PDAM Indonesia, hanya 223 atau 57 persen berpredikat baik. Sementara 99 PDAM kurang sehat 25 persen, 52 PDAM berkinerja sakit 13 persen, dan 17 PDAM kinerjanya (5 persen) belum dinilai.

Ketua BPPSPAM Bambang Sudiatmo menyebut meski masih ada yang tidak sehat, namun secara umum trennya terus membaik. Setidaknya, itu terlihat dari hasil penilaian tiga tahun terakhir. ”Hasil evaluasi tahun 2016 jumlah PDAM sehat sebanyak 198 PDAM, tahun 2017 naik menjadi 209 PDAM, dan tahun 2018 sebanyak 223 PDAM masuk kategori sehat,” tutur Bambang di Jakarta, Selasa (20/11).

Penilaian itu, lanjut Bambang dilakukan melalui audit bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di berbagai daerah. Penilaian dilakukan terhadap 18 indikator kinerja PDAM yang terbagi menjadi empat aspek. Yakni keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia.

Bambang menambahkan, beberapa 18 Indikator naik turunnya kinerja PDAM dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai tingkat kehilangan air, efektivitas penagihan dan pelayanan air 24 jam, penerapan tarif secara full cost recovery hingga peningkatan jam operasi pelayanan. Selain itu, ada juga peningkatan efisiensi produksi, peningkatan konsumsi air, penggantian meter air, peningkatan cakupan dengan kerja sama investasi, dan peningkatan kompetensi SDM.

Kenaikan kinerja beberapa PDAM tahun 2018, salah satunya didukung peningkatan konsumsi air baku oleh masyarakat. Itu menandakan kepercayaan masyarakat terhadap air minum dari PDAM terus meningkat. ”Yang tidak kalah penting, peningkatan kompetensi SDM dalam pengelolaan air minum,” imbuhnya.

Dia menuturkan, pihaknya berusaha meningkatkan jumlah PDAM sehat. Caranya dengan pembinaan dalam peningkatan tata kelola perusahaan seacara baik. Ia menargetkan, tahun depan jumlah berkinerja sehat bisa meningkat sekitar 30 sampai 40 PDAM.

Sementara untuk kategori sehat, pihaknya berupaya untuk mendapatkan sumber pendanaan melalui kerja sama investasi maupun perbankan, dana hibah, CSR. Sehingga pelayanan terus berkembang.

Menurut dia, pertambahan jumlah PDAM sehat dibutuhkan untuk mendorong target pencapaian layanan air bersih 100 persen pada tahun 2019. Untuk diketahui, di tahun 2017, capaian baru mencapai 72 persen atau pemenuhannya masih kurang 28 persen. (far/agm)

Berita Terkait

Jakarta Raya / Air PDAM Mampet, Sabar Ada Perbaikan

Jakarta Raya / Suplai Air PDAM Terhenti Sementara di Sejumlah Wilayah

Banten Raya / Pelanggan Nilai Kualitas Air PDAM Jelek



/ Jakarta Bentuk Tim Gabungan Suplai Air


Baca Juga !.