Sabtu, 15 Desember 2018 12:53 WIB

Nusantara

Seribu Tenaga Harian Lepas Dirumahkan

Redaktur: Purwoko

BERKURANG - Tenaga honorer kategori dua (K2) mendapat jalur khusus di seleksi CPNS 2018. Sementara, tenaga harian lepas (THL) tidak mendapat perlakuan serupa., R.BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN

INDOPOS.CO.ID – Jumlah tenaga harian lepas (THL) yang tersebar di beberapa instansi dan SKPD rupanya cukup membebani anggaran daerah. Dalam setahun, Pemkab Banyuwangi harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 56 miliar untuk membayar honor para pegawai THL tersebut.

Untuk menekan pengeluaran di tengah kondisi keuangan kabupaten yang belum 100 persen fit, pemkab berencana melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah THL hingga 1.000 orang.

Hal itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas usai melantik pejabat eselon tiga dan empat di ruang Rempeg Jagapati, kantor Pemkab Banyuwangi kemarin. Suami dari Ipuk Festiandani itu menjelaskan, setiap tahun anggaran yang dikeluarkan pemkab untuk membayar honor THL cukup besar.

Dengan pengurangan tersebut, Anas berharap bisa melakukan perampingan anggaran. Pihaknya menargetkan angka yang harus dibayarkan oleh pemkab dalam setahun minimal harus berada di bawah Rp 50 miliar. ”Beban anggaran kita cukup berat. Jadi, memang harus ada pengurangan.

Kita akan mengevaluasi kinerja para THL. Jadi jangan sampai THL ini menjadi keranjang penitipan pegawai-pegawai yang tidak produktif,” tegas Anas.

Dia menambahkan, mekanisme untuk mengurangi jumlah THL akan dilakukan dengan seleksi atau tes ulang. Sehingga, THL yang memang dianggap layak akan tetap bisa dipekerjakan oleh pemkab. ”Nanti akan diseleksi ulang. Kita tahu kebutuhan THL cukup besar, terutama di bagian kebersihan. Tetapi jika masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan sebenarnya kita bisa menekan jumlah petugas kebersihan. Tapi pernah kita coba, telat sebentar saja ternyata langsung kotor lagi,” ujarnya.

Ke depan, pengangkatan THL akan lebih terstruktur. SKPD yang akan mengangkat THL baru harus melaporkan ke BKD dan BPKAD. Sehingga sistem rekrutmen bisa lebih terbuka demi memperoleh THL yang berkualitas. ”Tahun depan kita juga akan menerima sekitar 600 CPNS baru, jadi kita juga harus menata. Para CPNS baru ini saya minta untuk didiklat tambahan supaya lebih siap saat bekerja,” tegasnya.

Kepala BKD Nafiul Huda menambahkan, saat ini ada sekitar 3.225 THL di Banyuwangi yang tersebar di SKPD dan instansi seperti Puskesmas. Honor para THL itu bervariasi mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1.750.000 per bulan. Terkait permintaan Bupati Anas untuk mengurangi THL, pihaknya segera melakukan rasionalisasi. ”Kami akan lihat dulu Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK) dari setiap THL,” kata Huda. (fre/aif/c1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tenaga-harian-lepas 

Berita Terkait

IKLAN