Jumat, 14 Desember 2018 11:43 WIB

Headline

Zumi Zola Tersenyum, KPK Belum Bereaksi

Redaktur: Juni Armanto

VONIS 6 TAHUN-Terdakwa Zumi Zola menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/12). FOTO: ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Tabah dan tegar. Itulah mimik yang ditampakkan Gubernur Jambi (nonaktif) Zumi Zola Zulkifli saat mendengar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Yanto membacakan amar putusan, kemarin (6/12).

Hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara enam tahun dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan kepada Zumi. Mantan pesinetron ini juga dijatuhi hukuman tambahan pencabutan politik selama lima tahun. Hukuman itu harus dijalani Zumi usai masa pidana pokok selesai. ”Terdakwa Zumi Zola telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Yanto membacakan amar putusan.

Dengan suara lantang, Zumi Zola menerima putusan itu di hadapan majelis hakim. ”Saya ucapkan terima kasih, dan keputusan (hakim, Red) saya terima,” kata Zumi saat sidang kasus pemberiaan suap dan gratifikasi.

Dalam putusan hakim, Zumi dinilai bersalah atas kasus suap ke pimpinan dan anggota DPRD Jambi terkait dengan pengesahan RAPBD 2017 dan 2018. Selain itu, mantan artis itu juga dinyatakan bersalah karena menerima gratifikasi selama menjadi gubernur Jambi sejak 2016 lalu. Total gratifikasi sebesar Rp 37,4 miliar, USD 173 ribu, SGD 100 ribu dan mobil Toyota Alphard.

Dalam putusannya, hakim menyebut Zumi menerima gratifikasi dari sejumlah rekanan yang menggarap proyek di Jambi. Ini di antaranya, M. Imadudin alias Iim, Agus Herianto, Endria Putro, Nicko Handi, Rudy Lidra, dan Jeo Fandy Yoesman alias Asiang. Gratifikasi itu lalu digunakan Zumi untuk keperluan pribadi dan keluarga. Seperti umroh, membeli pakaian hingga action figure di Singapura.

Putusan tersebut tentu menambah duka keluarga besar Zumi. Sebab, pekan lalu ayah Zumi, Zulkifli Nurdin berpulang. Zumi yang berstatus tahanan pun diperbolehkan pulang dan mengantar jenazah sang ayah ke pemakaman di Jambi Selatan, Kota Jambi. Ayah Zumi merupakan Gubernur Jambi periode 1999 hingga 2010.
Usai putusan dibacakan, Zumi dengan tenang menyalami satu persatu kolega dan relasi yang hadir di persidangan. Dia berkali-kali melemparkan senyum kepada mereka. Namun, dalam kerumunan itu tidak terlihat istri Zumi, Sherrin Tharia. Pun, setelah menyalami para relasi, Zumi langsung bergegas masuk ke ruang khusus terdakwa. ”Dan saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman media yang telah memberikan perhatian selama ini,” tutur Zumi kepada awak media yang menghadangnya di pintu ruang sidang.

Jaksa KPK Iskandar Marwanto mengaku belum memutuskan apakah menerima putusan hakim tersebut. Sebab, pihaknya masih harus melaporkan putusan itu kepada pimpinan KPK. Sesuai ketentuan, pihaknya memiliki waktu sepekan untuk menyatakan banding atau tidak. ”Kami akan laporkan ke pimpinan (KPK, Red),” ujarnya. Putusan hakim memang lebih rendah daripada tuntutan jaksa.

Sebelumnya, JPU KPK menuntut hakim agar menjatuhkan vonis delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Terkait putusan yang lebih rendah dari tuntutan, Iskandar menghargai keputusan majelis hakim. ”Itu hak majelis,” tutur jaksa yang gemar berolahraga badminton itu.
Iskandar menjelaskan, pihaknya juga menghargai putusan hakim yang membuka blokir atas rekening Zumi.

Namun, putusan itu nanti masih akan dibahas dengan tim penyidik. Sebab, itu berkaitan dengan penanganan perkara gratifikasi dengan tersangka Arfan, mantan Plt Kepala Dinas PUPR Jambi. ”Nanti penyidik dan pimpinan yang akan mempertimbangkan permohonannya,” imbuh dia. (jaa/tyo)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #zumi-zola 

Berita Terkait

Komitmen Bangun Pendidikan Antikorupsi

Nasional

Novel Desak Presiden Bentuk TGPF

Headline

Menristekdikti Apresiasi Pendidikan Antikorupsi

Nasional

IKLAN