Sabtu, 15 Desember 2018 12:00 WIB

Nusantara

Konsumsi BBM Nonsubsidi Meningkat

Redaktur:

Ilustrasi isi bbm. Foto: Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Kalimantan menunjukkan tren positif. Kendati demikian, pasca kenaikan pertamax secara month to month (mtm) terjadi penurunan konsumsi untuk BBM RON 92 ini.

Sales Executive Retail Fuel Marketing Pertamina MOR VI Ahmad Tohir mengatakan, konsumsi BBM nonsubsidi yang dijual di Kalimantan seluruhnya tumbuh secara year on year (yoy). Pertalite tumbuh 19 persen hingga November lalu. Atau dengan rincian 785.837 kilo liter (kl) pada 2017 dan hingga November 2018 mencapai 933.257 kl.

“Pertamax dan pertamax turbo peningkatannya sama sekitar 19 persen. Tahun lalu 231.021 kl dan November ini tercatat 274.121 kl. Pertamina dex juga meningkat 13 persen dari tahun lalu dengan konsumsi 3.473 kl. Solar Non PSO dan dexlite meningkat hingga 97 persen. Tahun lalu karena baru konsumsinya hanya 74.411 kl. 2018 ini mencapai 146.827 kl,” ujarnya, Rabu (5/12) malam.

Sedangkan premium di wilayah Kalimantan konsumsinya minus 15 persen. Tahun lalu 1.097.877 kl, tahun ini 934.581 kl. Begitu juga Solar turun atau minus 4 persen. Tahun lalu mencapai 800.492 kl dan tahun ini atau sampai November 768.933 kl. Secara keseluruhan total BBK dan BBM Non PSO naik 22 persen. Dengan rincian 1.380.344 kl posisi November 2018, 2017 lalu 1.127.414.

Kendati demikian, ia menilai, ada penurunan konsumsi ketika Pertamax naik Oktober lalu. Kenaikan yang kedua kalinya ini dinilai membuat pengguna Pertamax migrasi ke Pertalite. Kalau secara tahunan konsumsi Pertamax naik. Tapi kalau mtm dihitung sejak kenaikan ada penurunan.

“Angka pastinya saya tidak hapal. Tapi masih satu digit atau masih relatif aman. Karena masyarakat saat ini sudah semakin dewasa atau paham penggunaan BBM yang baik untuk kendaraan nyaman,” tuturnya.

Berbagai upaya telah dilakukan guna menyosialisasikan produk BBM nonsubsidi ini. Region Manager Communication and CSR area Kalimantan Yudi Nugraha mengatakan, pihaknya sudah menerapkan promo bahkan undian berhadiah. Melalui program menarik tersebut, diharapkan mampu meningkatkan konsumsi BBM nonsubsidi. “Ya bisa disebut beralih ke produk yang lebih baik. Toh untuk kendaraannya juga,” imbuhnya.

Paling terbaru, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan ikut berperan dalam acara Berau 4x4 Tropical Challenge 2018 yakni perjalanan yang menempuh Hutan Tropis Kalimantan oleh komunitas Off-Road Indonesia dan peserta dari luar negeri seperti Jerman, Australia dan Belanda.

"Kami berkolaborasi dengan IOF (Indonesia Off-Road Federation, Red) lewat pengisian pertadex (untuk) awal (perjalanan) sekaligus memperkenalkan produk," katanya.

Pertadex merupakan produk emas Pertamina jenis gasoil (diesel) yang memiliki Cetane Number (CN) paling tinggi yakni 53 dibanding solar yang memiliki kandungan CN hanya sebesar 48. Ada juga produk diesel non subsidi lainnya yakni dexlite dengan CN51. Dari segi emisi pertadex juga diklaim lebih baik daripada solar. Itu karena kandungan sulfurnya rendah maksimal 300 ppm sedangkan solar memiliki kandungan sulfur maksimal 2.500 ppm. (aji/ndu/k18)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bbm 

Berita Terkait

Bangun Sub Penyalur Resmi

Nusantara

Presiden Macron Menyerah

Internasional

Pemerintah Ngebet Kembangkan Mobil Listrik

Nasional

IKLAN