Sabtu, 15 Desember 2018 12:44 WIB

Internasional

Rusia Ancam Hancurkan Seluruh Basis Rudal NATO

Redaktur: Indra Bonaparte

DINGIN – Presiden Vladimir Putin memastikan akan mengembangkan kemampuan rudal nuklir SSC-8 begitu AS menarik diri dari Perjanjian 1987. (FOTO : MAXIM SHEMETOV / POOL / AFP)

INDOPOS.CO.ID – Sehari setelah Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Menlu Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengultimatum Rusia untuk membongkar dan menyerahkan seluruh rudal nuklir SSC-8 dalam waktu paling lambat 60 hari ke depan. Ultimatum ini sesuai perjanjian nuklir Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF) yang disepakati 1987 lalu antara Presiden AS Ronald Reagan dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev.

Namun ultimatum itu langsung direspon Presiden Rusia Vladimir Putin melalui Kepala Staf Umum (Kasum) Angkatan Perang Rusia Jenderal Valery Gerasimov, yang mengancam akan menghancurkan seluruh basis rudal NATO dan AS di Benua Eropa. Bukan hanya itu, Putin juga menegaskan akan terus mengembangkan rudal nuklir SSC-8 atau Novator 9M729 yang diyakini sangat sulit terdeteksi sistem pertahanan udara NATO karena sifatnya dapat selalu berpindah-pindah, dan daya jelajah yang dapat mencapai 5.500 kilometer.

Putin beralasan, pihaknya akan terus mengembangkan rudal yang memang dilarang berdasarkan perjanjian INF, lantaran AS menyatakan keluar dari pakta perjanjian itu tersebut.

Terkait tudingan AS yang menyebutkan kalau Rusia-lah yang lebih dulu melanggar perjanjian INF itu.
Putin mengatakan justru tuduhan itu adalah dalih bagi AS untuk meninggalkan pakta perjanjian tersebut. Putin menambahkan, pihak AS belum memberikan bukti terkait tudingannya itu.

Ia juga menduga kalau AS yang hendak mengembangkan rudal nuklir SSC-8 itu sendiri. ”Sekarang tampaknya mitra AS kami percaya bahwa situasinya telah berubah begitu banyak. Sehingga (mereka) juga harus memiliki senjata semacam itu. Jadi ini sederhana saja, kita juga akan melakukan hal yang sama,” kata putin dalam pernyataannya di televisi Russian Today, Rabu (5/12) waktu setempat.

Juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengungkapkan pihaknya telah menerima dokumen yang menyebut AS akan mundur dari perjanjian INF. ”Di dalam dokumen itu ada tuduhan tanpa dasar tentang dugaan pelanggaran kami terhadap perjanjian ini (INF). Kami berulang kali mengatakan bahwa ini adalah dugaan," katanya pada Rabu (5/12).

Kasum Militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov menilai penyebab utama memburuknya situasi dunia belakangan ini lantaran pihak AS yang ingin terus mempertahankan dominasinya, dan menendang semua negara yang berusaha menjadi saingan AS. ”Salah satu faktor utama yang membuat situasi internasional semakin buruk ini karena berbagai kegiatan AS yang bertujuan mempertahankan dominasi mereka (AS) di dunia, sambil terus mengeluarkan negara-negara lain dari persaingan,” paparnya.

Karena itu, ia menegaskan, jika AS memang mundur dari Perjanjian INF, maka langkah pertama negaranya adalah menargetkan semua basis rudal AS di seluruh daratan Eropa. Bukan hanya itu, ia juga mengungkapkan kalau sebuah lapangan radar canggih dan terintegrasi di dekat perbatasan Rusia telah selesai dibangun. Sehingga Rusia dapat mendeteksi seluruh rudal balistik dari semua arah yang sedang menuju ke negara itu.

”Kami sebagai profesional militer, seharusnya Anda memahami bahwa negara-negara (di Eropa) yang mengakomodir sistem serangan jarak menengah dan jarak pendek rudal AS yang akan menjadi sasaran langkah-langkah responsif Rusia,” tegas Gerasimov di Moskow, seperti dilansir Sputnik, Rabu (5/12).

Selain itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga menegaskan kalau negaranya segera menggelar 4 ribu kali latihan perang untuk meningkatkan kapasitas tempur dan sarana militernya. Selain itu, pihaknya juga bakal mempermudah perizinan militer dalam mendapatkan berbagai peralatan baru untuk perang.”Pengembangan pasukan bertujuan untuk memastikan keamanan negara dan menangkal teknologi canggih musuh,” tandas Shoigu. (mel/rmol/met/jpc/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #nato #as #internasional #rusia 

Berita Terkait

Pengusaha Kanada Ditangkap di Kota Dandong

Internasional

Peretasan di AS Makin Merajalela

Internasional

IKLAN