Jumat, 14 Desember 2018 11:43 WIB

Internasional

Putri Pendiri Huawei Ditangkap di Kanada

Redaktur: Indra Bonaparte

DITAHAN – Pemerintah AS menuding perusahaan Meng Wanzhou terus mengekspor produksi pabriknya ke Iran dan Korea Utara yang terkena sanksi ekonomi AS. (FOTO : HUAWEI)

INDOPOS.CO.ID - Meng Wanzhou, putri pendiri perusahaan teknologi komunikasi raksasa dari China, Huawei Technologies Co. Ltd ditangkap aparat hukum Kanada dan langsung ditahan. Pihak otoritas hukum Kanada selanjutnya segera mengekstradisi Wanzhou ke New York Amerika Serikat (AS) untuk menjalani proses hukum.

Sebelum ditangkap, otoritas hukum AS sudah meminta Kanada untuk menangkap Wanzhou karena perusahaan Huawei itu telah melanggar peraturan sanksi AS terhadap Iran. Pemerintah AS menuding Huawei sejak 2016 lalu diduga telah mengirim produknya dari AS ke Iran dan Korea Utara yang terkena sanksi ekonomi AS.

Dalam statistik penjualan smartphone di AS, Huawei telah melampaui omset penjualan Apple pada kuartal kedua tahun ini. Saingan Huawei, ZTE Corp bahkan sudah menghentikan sebagian besar bisnisnya sejak awal tahun ini setelah AS memberlakukan larangan ekspor pada perusahaan yang terkait dengan pengiriman barang asli AS ke Iran dan Korea Utara secara ilegal.

Departemen Kehakiman Kanada sendiri menjelaskan kalau Meng Wanzhou merupakan Chief Financial Officer (CFO) Global alias Direktur Keuangan Internasional Huawei sekaligus Wakil Pimpinan Huawei, ia ditangkap pada Sabtu (1/12) lalu di sebuah lokasi di Kota Vancouver, dan setelah menjalani pemeriksaan akan diekstradisi ke AS pada Jumat (7/12) ini. Wanzhou merupakan putri kandung dari pendiri perusahaan Huawei, Ren Zhengfei.

Pihak perusahaan Huawei sendiri mengatakan pihaknya baru memiliki sedikit informasi tentang tuduhan itu dan pihaknya tidak tahu kesalahan apa yang sebenarnya ditimpakan kepada Wanzhou. Zhengfei sendiri hanya mengatakan kalau Wanzhou ditangkap ketika sedang transit di Bandar Udara Internasional Vancouver. Ironisnya, Wanzhou ditangkap hanya beberapa hari setelah AS dan China menyetujui ”gencatan senjata” dalam perang dagang yang berlangsung sengit.

Berikut pernyataan resmi Huawei terkait penangkapan itu : ”Baru-baru ini, CFO kami, Meng Wanzhou, ditahan oleh Otoritas Kanada atas nama AS saat Wanzhou sedang menunggu penerbangan lanjutan di Kanada. Otoritas Kanada akan diekstradisi Wanzhou untuk menghadapi tuntutan hukum yang tidak dijelaskan di Distrik Timur New York. Perusahaan hanya mendapat sedikit informasi terkait tuntutan hukum itu dan tidak mengetahui kesalahan Meng. Perusahaan yakin sistem hukum Kanada dan AS pada akhirnya akan memberi keputusan yang adil.

Huawei mematuhi seluruh hukum dan aturan yang berlaku di tempat berbisnisnya, termasuk kontrol ekspor dan sanksi dan aturan PBB, AS, dan Uni Eropa”.

Sebelum Wanzhou ditangkap. Sebelumnya pada April lalu, koran The Wall Street Journal melaporkan kalau pihak berwenang AS sedang menyelidiki dugaan Huawei telah melanggar sanksi yang diterapkan AS terhadap Iran. Namun masih belum jelas, apakah penangkapannya terkait dengan pemeriksaan itu.

Sepekan sebelum Wanzhou ditangkap, harian yang sama juga memberitakan kalau pemerintah AS tidak mau Huawei dan perusahaan teknologi komunikasi China yang lain mengembangkan sayap bisnis di AS. Bahkan AS meminta negara-negara sekutunya agar tak menggunakan produk teknologi China itu.

Pihak AS beralasan ada kerentanan dan celah bagi kejahatan siber dalam teknologi 5G Huawei, apalagi menara jaringan 5G dari Huawei akan menyedot banyak lalulintas suara dan data di negara itu.

Beberapa anggota parlemen AS juga berulang kali menuduh perusahaan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat, dengan alasan bahwa teknologinya dapat digunakan pemerintah China untuk memata-matai AS.

Kedutaan Besar China di Ottawa Kanada memprotes keras atas penangkapan itu. Pihak Kedubes juga langsung mendesak pembebasan Wanzhou. Pihak Kedubes China juga mengatakan akan mengambil semua langkah tegas demi melindungi hak dan kepentingan warga negaranya.

”Pihak China telah menyampaikan protes keras kepada AS dan Kanada, dan mendesak mereka untuk segera mengoreksi kesalahannya, serta mengembalikan kebebasan pribadi Meng Wanzhou,” demikian pernyataan yang dirilis Kantor Kedubes China di Ottawa. (hp/as/jpc/mel/rmol/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #meng-wanzhou #internasional #huawei 

Berita Terkait

Pengusaha Kanada Ditangkap di Kota Dandong

Internasional

Peretasan di AS Makin Merajalela

Internasional

Siapkan Operasi Baru Di Suriah

Internasional

IKLAN