Sabtu, 15 Desember 2018 12:42 WIB

Ekonomi

Optimistis Iklim Usaha Positif

Redaktur: Jakfar Shodik

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - PT Catur Sentosa Adiprana (CSAP) terus memacu pertumbuhan segmen ritel modern bahan bangunan dan home improvement. Itu dilakukan dengan membuka Mitra10 ke-29 di Bitung, Banten. Manajemen menekankan ekspansi strategi agresif Mitra10 untuk memperkuat pangsa pasar.

Diproyeksi hingga 2021, jumlah toko Mitra10 akan mencapai 50 toko. Lokasi toko akan dikonsentrasikan di Jabotabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. ”Toko ke-29 di Bitung, Banten menempati lahan 6,600 meterpersegi (m2) dan selling area seluas 3.100 m2, gudang toko seluas 3,200 dengan menjual sekitar 35 ribu stock keeping unit (SKU) per items barang mulai dari aneka keramik, cat, atap hingga home appliances, dan peralatan pertukangan,” tutur Corporate Secretary Catur Idrus H Widjajakusuma di Jakarta, Kamis (6/12).

Hingga pengujung tahun ini, perseroan mengharap segmen ritel modern tumbuh 15 persen untuk menopang target pendapatan konsolidasi dipatok Rp 11 triliun. Strategi agresif di segmen ritel itu tidak lepas dari rencana untuk memiliki 50 jaringan ritel modern Mitra10 pada 2021 mendatang.

Tahun ini, perusahaan telah membuka toko Mitra10 tipe superstore ke-27 di Pesanggrahan, Jakarta Barat, ke-28 di Karawang, dan ke-29 Cikupa, Tangerang. Dengan begitu, sepanjang 2018 perseroan membuka tiga gerai baru Mitra10. Pemilihan gerai superstore Mitra10 tidak lepas dari pertumbuhan komplek residensial di sekitar lokasi menjadi target utama. Untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, Mitra10 juga menyiapkan layanan antarbarang gratis dalam radius tertentu.

Mitra10 mengusung konsep ritel modern, one stop shopping didukung suasana berbelanja nyaman, dengan pilihan barang lengkap dan harga terjamin (price integrity). Untuk meningkatkan pembelian, Mitra10 menawarkan promo menarik seperti potongan harga khusus selama periode pembukaan, harga khusus pemilik kartu anggota Mitra10, tambahan diskon dari kartu kredit BNI serta harga spesial untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

Saat ini perusahaan mempunyai 42 cabang distribusi bahan bangunan di 40 kota besar, empat cabang distribusi kimia, 38 area distribusi FMCG, 29 outlet Mitra10 ritel moderen bahan bangunan & home Iimprovement, dan 11 showrooms Atria home furnishing.

Prospek usaha perusahaan tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok 5,4 persen. Tentu pertumbuhan itu tidak terlepas dengan konsumsi dan kebutuhan akan perumahan masyarakat. Konsumsi rumah tangga juga meningkat 5,1 persen dengan tingkat inflasi 3,5 persen. Backlog kebutuhan rumah telah mencapai 14 juta unit. ”Dengan sejumlah indikator itu, kami sangat konfiden iklim usaha Indonesia sangat kondusif dan mendorong pertumbuhan usaha sektor bahan bangunan sangat menjanjikan,” beber Idrus. (raf)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi #pt-catur-sentosa-adiprana 

Berita Terkait

Utang Potensial Membengkak

Ekonomi

Era Digital Penipu Canggih

Ekonomi

Wisata Baru Gading Serpong

Ekonomi

IKLAN