Headline

Kemungkin Kapal MT Namse Bangdzod Lari ke Indonesia Tengah

Redaktur: Juni Armanto
Kemungkin Kapal MT Namse Bangdzod Lari ke Indonesia Tengah - Headline

kapal MT Namse Bangdzod. Foto : DOK/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) juga bekerja keras mencari keberadaan kapal MT Namse Bangdzod. Komando Armada (Koarmada) I yang membawahi wilayah laut Indonesia Bagian Barat sejak awal telah mengerahkan tiga unsur Kapal Perang RI (KRI), yaitu KRI Usman Harun-359, KRI Teluk Cirebon-543, dan KRI Tenggiri-865.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono sudah memerintahkan Pangkalan TNI AL yakni, Lantamal dan Lanal untuk membantu melaksanakan pencarian kapal MT Namse. ”Kami juga berkoordinasi dengan Koarmada II  kemungkinan kapal tersebut memasuki wilayah kerja Koarmada II (yang membawahi Indonesia Bagian Tengah, Red),” ujarnya kepada INDOPOS, kemarin (10/1/2019) .

Terkait adanya kemungkinan dibajak,  lanjut Yudo, pihaknya masih dalam tahap pencarian informasi pendukung. ”Ini karena sampai dengan saat ini belum ada tuntutan ataupun klaim yang bertanggung jawab atas dugaan pembajakan tersebut,” tandasnya. Yudo menjelaskan, kategori pembajakan itu harus ada tuntutan ataupun permintaan tebusan dari pihak tertentu serta motif.

Yudo mengatakan, beberapa hari lalu, posisi kapal telah terdeteksi lewat Automaticaly Identification System (AIS) dan Marinetraffic. Posisi kapal diperkirakan berada di sekitar perairan Teluk Jakarta, namun setelah dilaksanakan pengecekan nihil. Lantas apa kendala di lapangan? ”Minimnya data pendukung karena deteksi dari AIS dan Marinetraffic tidak valid,” jelasnya.

GRAFIS GIMBAL/INDOPOS

Yudo menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir, Indonesia dapat membuktikan kepada dunia internasional bahwa perairan Selat Malaka dan Selat Singapura yang dikenal sebagai ‘Jalur Perairan iang Rawan’ bisa ditekan, bahkan dihilangkan menjadi ‘0’ atau Zero Kejadian. Ini diakui oleh International Maritime Bureau (IMB) dan International Maritime Organization (IMO). ”Hal itu merupakan kerja keras TNI AL dalam hal ini Koarmada I. Ini adanya F1QR (Fleet One Quick Response) dengan dibantu instansi lainnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada II (Kadispen Koarmada II) Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A. Hantarkan mengatakan, pihaknya sering melakukan patroli dengan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) dan Pangkalan TNI AL (Lanal) di perairan Indonesia. Ini untuk mengedukasi para pengguna laut dan kapal-kapal kargo. ”Kami juga melakukan patroli bersama dengan Filipina,” ujarnya.

Djawara menambahkan, peningkatan kejahatan di perairan Indonesia tidak sebanyak itu. Data di luar negeri bisa lebih banyak dari fakta. ”Kami tidak bisa mengatakan meningkat,” tandasnya.

Terkait dugaan pembajakan kapal MT Namse dilakukan oleh Kelompok Abu Sayyaf ? ”Belum bisa itu (pelakunya, Red) Abu Sayyaf  atau tidak. Karena itu masih klaim, tapi kami dengar ada perompakan. Namun kami sudah melaksanakan (patroli, Red) di tempat yang dianggap rawan tadi,” jelasnya. Sejauh ini, lanjut Djawara, pihaknya tidak menerima permintaan bantuan dalam pencarian kapal MT Namse Bangdzod.

Di lain pihak, Kadispen TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga mengaku sampai saat ini belum ada koordinasi dengan pihak lain terkait pencarian kapal MT Namse melalui udara. ”Tapi bila ada permintaan, kita siap memberikan bantuan pencarian,” ujarnya.(nel/aro)

 

 

Berita Terkait

Nasional / Angkatan Laut Kerahkan Pasukan Katak


Baca Juga !.