Viral

RUU Antikejahatan Komunikasi Mendesak Disahkan

Redaktur: Novita Amelilawaty
RUU Antikejahatan Komunikasi Mendesak Disahkan - Viral

MEMAPARKAN-Pakar Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing. Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pakar Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, RUU antikejahatan komunikasi sangat mendesak segera disahkan untuk menciptakan komunikasi beradab di ruang publik di Indonesia.

"Sampai saat ini saya melihat belum ada UU, termasuk UU ITE yang mampu menjawab kecerdasan seseorang atau sekelompok orang menciptakan fenomena kejahatan komunikasi di ruang publik di negeri ini," urainya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Emrus menuturkan, saat ini banyak aktor sosial atau politikus yang menggunakan atau bermain simbol baik verbal maupun non verbal tertentu atau narasi melakukan kejahatan komunikasi. Padahal narasi kebohongan dapat dengan mudah diketahui melalui studi semiotika dan hermeneutika.

Ia memberi contoh, seperti simbol kata "D1P4KS4" sebenarnya sangat mudah diartikan dengan makna "dipaksa". Lalu narasi kebohongan yang kemudian dipoles dengan kata-kata "mohon" atau "tolong" juga sama saja bisa diartikan dengan mudah.

Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner ini menegaskan, simbol dan narasi tersebut sesungguhnya tak bemakna. Manusia yang menerima simbol dan yang memberi makna itu sangat kontekstual, perspektif, dan subyektif.

"Singkatnya, makna bisa dikonstruksi di tengah masyarakat melalui wacana di ruang publik dengan kecerdasan menggunakan simbol dan atau kombinasi narasi tertentu. Karena itu, sudah sangat mendesak agar negeri ini merumuskan RUU anti kejahatan komunikasi untuk kemudian disahkan," pungkasnya. (jaa)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.