Headline

Cegah DBD, Pengendalian Nyamuk harus Terpadu

Redaktur: Ali Rahman
Cegah DBD, Pengendalian Nyamuk harus Terpadu - Headline

Anggota Luar Biasa Kadin DKI Jakarta Zainal Arifin. Foto: Nasuha/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-Jakarta Timur melakukan pencegahan dan pengendalian hama vektor jenis nyamuk secara terpadu. Anggota Luar Biasa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Zainal Arifin mengatakan, pengendalian vektor terpadu bisa dilakukan dengan pengasapan atau fogging.

“Pengendalian vektor terpadu bisa juga dengan larvasida, penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Zainal Arifin di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Tukang semprot nyamuk yang kini sukses menjadi pengusaha ini menyebutkan, di Indonesia ada 22 jenis nyamuk yang menjadi penular filariasis, 26 jenis nyamuk penular malaria dan dua jenis nyamuk penular DBD dan chikungunya.

“Kasus DBD naik 3 kali di 2016, tapi di 2017 kasus turun menjadi 15 persen,” ungkap mantan Ketua Umum DPD Ikatan Perusahaan Pengendali Ham Indonesia (IPPHAMI) DKI Jakarta ini.

Pada musim penghujan saat ini, dikatakan Zainal pencegahan resistensi nyamuk bisa menggunakan satu jenis insektisida di satu kawasan penularan. Dan penggunaan dosis secara tepat serta pemantauan tingkat resistensi vektor setiap tahun. “Harus ada rotasi pemakaian insektisida dan pelatihan petugas,” katanya. (nas)

Berita Terkait


Baca Juga !.