Headline

Sandi Bawa Program Magrib Mengaji ke Tingkat Nasional

Redaktur: Redjo Prahananda
Sandi Bawa Program Magrib Mengaji ke Tingkat Nasional - Headline

Cawapres No urut 02 Sandiaga Uno (tengah)

INDOPOS.CO.ID - Cawapres Sandiaga Uno menyambut baik program Magrib Mengaji secara massif di Provinsi DKI Jakarta.

"Itu kegiatan positif dari Magrib sampe Isya. Itu program lama di Jakarta sebagai upaya kongkret membangun generasi qurani, yakni karakter ber-akhlaqul karimah untuk generasi ke depan kita. Dan ini perlu didukung," ujar Sandiaga Uno kepada INDOPOS di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Sandi juga menegaskan siap membawa program Magrib Mengaji yang saat ini mulai dijalankan di sejumlah wilayah di Jakarta itu untuk menjadi program pemerintah pusat, jika dirinya menang di Pilpres 2019.

"Pada awalnya saya ikut merancang maka saya sangat mendukung. Insya Alloh kalau sukses di Jakarta maka sangat layak untuk diselenggarakan di seluruh Indonesia," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung program Magrib Mengaji empat kali setiap bulan yang diselenggarakan Pemkot Jakarta Selatan.

"Secara moral, semua kegiatan baik pantas didukung, kegiatan tarik tambang kami dukung. Artinya secara moral yang baik-baik didukung," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Di lokasi yang sama, Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Hendra Hidayat mengatakan, program Magrib Mengaji bukanlah program dari Pemprov DKI Jakarta. Sehingga tidak terdapat perintah langsung dari gubernur.

"Jadi semuanya dikembalikan ke kesadaran warga masyarakat masing-masing. Sekali lagi saya ingatkan ini sebetulnya program lama yang dihidupkan kembali," ujar Hendra.

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, mengatakan program tersebut mulai direalisasikan tahun ini. Targetnya, menjadikan masjid sebagai safe houseatau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan.

“Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda, melakukan tawuran dan (mengkonsumsi) narkoba,”katanya, kemarin.

Marullah menjelaskan, program subuh berjemaah dan magrib mengaji juga ditujukan untuk menciptakan kerukunan di antara masyarakat. Program ini akan direalisasikan di semua kelurahan di Jakarta, terutama yang rawan kerusuhan serta kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba.

Di Jakarta Selatan, pemerintah DKI telah menganggarkan sekitar Rp 1,43 miliar untuk pembiayaan program tersebut di semua masjid di 65 kelurahan. Setiap kali kegiatan, anggarannya Rp 500 ribu. Setiap masjid mendapat jatah melaksanakan empat kali kegiatan dalam sebulan hingga 11 bulan.

Menurut Marullah, sejumlah kelurahan di wilayahnya telah memulai aktivitas program subuh berjemaah dan magrib mengaji pada pekan pertama awal tahun. “Ada beberapa sudah memulai dari pekan lalu,” ujarnya. (dil)

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Tidak Netral dalam Pemilu 2019, ASN di Banten Disanksi Berat

Ekonomi / Stabilitas Harga Pangan Redam Gejolak Politik

Politik / Kivlan Zen Diperiksa Bareskrim Polri Rabu

Nasional / KPK Sebut Ada 685 Caleg Terpilih Telah Sampaikan LHKPN


Baca Juga !.