Megapolitan

Terminal Bekasi Tak Refresentatif Lagi

Redaktur: Syaripudin
Terminal Bekasi Tak Refresentatif Lagi - Megapolitan

LAYAK DIPINDAH - Awak bus menunggu penumpang di Terminal Induk Bekasi, Jalan Cut Meutiah, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi Jumat (17/1). Foto : Risky Andrianto/ANTARA

INDOPOS.CO.ID - Terminal Bekasi yang berada di Jalan Cut Mutiah, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, sudah tak refresentatif. Selain sempit, lokasi terminal induk itu di tengah kota tak ideal lagi. Karena itu, terminal tersebut akan dipindah ke wilayah Kecamatan Jatiasih dengan lahan yang lebih luas.

Seperti diketahui, lahan Terminal Induk Bekasi yang merupakan tipe C luasnya hanya 1,3 hektare. Padahal, jumlah angkutan yang masuk ke sana sangat tinggi. Untuk bus Angkutan Kota Dalam provinsi (AKDP) terdapat 207 unit dengan 14 trayek, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan 128 bus dan sembilan trayek. Sedangkan angkot dengan 23 trayek dan jumlah armada ratusan.

Ketua Dewan Transportasi Kota (DTK) Bekasi Harun Alrasyid mengatakan, sejak beberapa tahun lalu sudah dilakukan kajian pemindahan Terminal Bekasi. Wacana pemindahan itu selain luas terminal kurang juga lokasinya tidak layak lagi. ”Luas Terminal Induk Bekasi hanya 1,3 hektare tapi volume bus, angkot dan penumpang tinggi,” terangnya.

Imbasnya, kata dia juga, kemacetan kerap terjadi di dua ruas jalan yang merupakan akses pintu masuk dan keluar Terminal Bekasi, yakni di Jalan Cut Meuthia dan Jalan Ir H Juanda. Karena itu, ujar Harun lagi, Pemkot Bekasi tengah menyiapkan lahan di wilayah Jatiasih untuk pemindahan terminal tersebut.

Dia juga berharap, penataan terminal itu bisa terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik lainnya. ”LRT itu banyak menggunakan akses lintasan di wilayah selatan. Jadi tepat kalau Terminal Bekasi ada di wilayah Jatiasih," ujarnya juga.Menurutnya juga, pemindahan Terminal Bekasi sudah sepatutnya saat ini.

Apalagi, Kota Bekasi sudah mengalami perkembangan yang signifikan. Terutama, karena beberapa moda transportasi masal yang sudah beroperasi. ”Harus terminal mampu menampung angkutan dan juga terintegrasi,” paparnya juga.  Harun juga menjelaskan, pertumbuhan kendaraan di Kota Bekasi cukup pesat, terutama roda empat.

Guna menekan kemacetan harus ada sarana transportasi publik yang nyaman agar warga bisa beralih dari kendaraan pribadi. ”Kalau terminalnya layak dan bagus, saya yakin akan diserbu warga untuk menggunakan transportasi publik," cetusnya juga.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan sebenarnya Terminal Bekasi bukan dipindah, tetapi pemerintah daerah berencana membangun terminal baru di wilayah Jatiasih yang lebih besar dan refresentarif.  ”Kalau yang sekarang kan masih tipe C, kurang memadai," terangnya.

Nantinya, katanya juga, Terminal Bekasi yang ada di Jalan Cut Mutiah akan digunakan untuk terminal angkutan perkotaan (angkot). Yayan juga mengatakan kalau terminal yang akan dibangun nanti kapasitasnya sama dengan Terminal Pulogebang milik Pemerintah DKI. Yayan menambahkan, terkait biaya pembangunan tengah diusulkan permohonan bantuan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Jadi, katanya lagi, pemerintah daerah hanya menyediakan lahan yang siap dibangun. ”Sejauh ini koordinasi dengan Kemenhub sudah bagus, tinggal menunggu kesiapan kita soal persediaan lahan yang akan dibangun terminal baru itu,” tandasnya.

Yunizar, 35, warga Perumahan Harapan Baru, Kota Bekasi mengatakan kalau Terminal Bekasi memang tidak layak. ”Fasilitasnya tidak memadai dan kurang nyaman. Setiap saat macet,” terangnya. Karena itu dia mendukung rencana pemindahan terminal tersebut.(dny)

 

 

Berita Terkait


Baca Juga !.