Internasional

Arab Saudi CS Bombardir Ibu Kota Yaman

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Arab Saudi CS Bombardir Ibu Kota Yaman - Internasional

JET TEMPUR-Salah satu serangan udara di Yaman. FOTO: IST

INDOPOS.CO.ID - Koalisi pimpinan Arab Saudi meluncurkan beberapa serangan udara di ibu kota Yaman, Sanaa, Sabtu malam (19/1/2019), memicu ketegangan di antara pihak-pihak bertikai di Yaman di tengah upaya PBB untuk menerapkan perjanjian perdamaian yang dicapai bulan lalu.

Televisi pemerintah Saudi Al Arabiya mengatakan pesawat tempur koalisi menyerang beberapa target militer, termasuk Pangkalan Udara Al Dulaimi, yang menjadi kamp pelatihan militer dan jaringan operasi drone.

Televisi yang dijalankan Houthi, Al Masirah TV, pada Minggu mengatakan bahwa koalisi yang dudukung negara-negara Barat telah meluncurkan 24 serangan udara di Sanaa sejak Sabtu malam (19/1/2019). termasuk empat serangan ke pangkalan udara itu. Menurut TV itu, sejumlah target nonmiliter seperti pabrik pastik turut menjadi target serangan.

Masih belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban jiwa. Peningkatan bentrokan, yang terjadi setelah serangan mematikan drone Houthi saat parade militer pemerintah Yaman, memicu keraguan mengenai pembicaraan putaran kedua yang didukung PBB bulan ini. Pembicaraan itu ditujukan untuk mengakhiri pertempuran empat tahun yang telah menewaskan ribuan orang.

Peperangan itu melibatkan Houthi yang memiliki kaitan dengan Iran melawan pemerintahan Abd-Rabu Mansour Hadi yang didukung Saudi. Hadi sendiri tersingkir dari Sanaa pada 2014, memicu intervensi koalisi Muslim Suni yang dipimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kesepakatan sebelumnya dicapai dalam pembicaraan yang didukung PBB di Swedia bulan lalu, menjadi terobosan besar pertama dalam upaya perdamaian dalam lima tahun. Kesepakatan itu juga mencegah serangan besar ke pelabuhan yang menjadi titik masuk utama untuk impor komersial dan bantuan ke Yaman.

Gencatan senjata sebagian besar diterapkan di Hodeidah, wilayah yang dikuasi Houthi namun dikepung pasukan dukungan koalisi. Namun penarikan pasukan oleh kedua pihak tersebut mandek terkait ketidaksepahaman mengenai pihak yang akan mengontrol kota di Laut Merah itu.

Negara-negara Barat, yang sebagian besar memasok senjata dan intelijen untuk koalisi, telah menekan Riyadh dan Abu Dhabi untuk mengakhiri konflik yang membuat Yaman berada di ambang kelaparan.

Sejumlah organisasi HAM telah mengecam serangan udara koalisi yang menewaskan ribuan warga sipil di beberapa rumah sakit, sekolah, dan pasar sejak 2015. Mereka juga mengkritik serangan rudal Houthi ke kota-kota Saudi, termasuk ibu kota Riyadh.

Konflik di negara itu dianggap sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Syiah Iran. Houthi membantah menerima bantuan apa pun dari Iran dan mengatakan revolusi mereka menentang korupsi.(ant)

Berita Terkait

Headline / Serangan Udara AS, Tewaskan 10 Anak di Afghanistan

Internasional / Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Internasional / Serangan Udara Tewaskan Sejumlah Warga Sipil Afghanistan

Internasional / Koalisi Saudi, Luncurkan Serangan Udara Ke Yaman

Internasional / Serangan Udara Rusia, Tiga Warga Sipil Tewas

Internasional / Pemerintah Yaman – Pemberontak Houthi Saling Menyalahkan


Baca Juga !.