Banten Raya

Arya Putra Nugraha, Putra Asal Banten Lulusan Terbaik CPNS Kemensos 2018

Redaktur: Syaripudin
Arya Putra Nugraha, Putra Asal Banten Lulusan Terbaik CPNS Kemensos 2018 - Banten Raya

 Arya Putra Nugraha Foto: Yasril Chaniago/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kemiskinan tidak jadi penghalang bagi Arya Putra Nugraha, 24, meraih cita-cita. Maklum, ayahnya Ariful hanya pekerja serabutan setelah terkena PHK di tempatnya bekerja. Sementara ibunya, Euis Kurniasih divonis kanker rahim sejak melahirkan anak bungsunya. Kini, Euis tengah berobat menggunakan BPJS di RSUD Cilegon.

Praktis, sejak itu Ariful selain harus menghidupi keluarga, juga mengurus sang istri yang sakit. Akibatnya, ekonomi keluarga morat-marit. Apalagi, tiga adik Arya masih duduk di SD, SMP, dan SMA, yang butuh biaya tidak sedikit. Menjadi sarjana bagi Arya dan tiga adiknya, hanya impian yang sulit diwujudkan melihat kondisi ekonomi keluarga.

Namun, berkat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan program bidik misi dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Arya dan adik-adiknya yang tinggal di Lingkungan Gudang RT 03/03, Jombang Wetan, Kota Cilegon, Banten, ini bisa terus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan Arya diterima di Universitas Indonesia (UI).

”Bagi saya dulu, kuliah dan jadi sarjana hanya angan-angan. Namun, berkat program PKH yang kami terima sejak 2013, mewajibkan kami selaku penerima manfaat terus bersekolah. Akhirnya saya dan adik saya bisa kuliah di UI melalui program bidik misi,” terang Arya yang kini diterima jadi aparatur sipil negara (ASN) dengan lulusan terbaik CPNS Kemensos RI tahun 2018.

Arya mengakui, program PKH sangat membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan biaya pendidikan. ”Kami dapat memenuhi hak pendidikan,” ucapnya juga. Selain jadi ikon keberhasilan PKH di Banten, Arya yang pernah dinobatkan sebagai pemenang PKH Award 2017 ini, juga berhasil menularkan prestasinya pada sang adik.

Arie Kurnia Prawira, 22, juga berhasil kuliah di UI melalui jalur bidik misi. Arie kini duduk di semester 7 jurusan Sastra Inggris. Euis Kurniasih mengaku bangga dan terharu dengan prestasi anak-anaknya. Euis pun tak menyangka anaknya bisa kuliah di UI dan kini lulus tes CPNS di Kemensos RI dengan nilai terbaik. ”Saya hanya berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar anak-anak sukses di masa depan,” ujarnya singkat.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga (Jamsoskel) Dinas Sosial Banten Budi Darma Sumapradja kepada koran ini menjelaskan, Dinas Sosial sesuai arahan dan petunjuk Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki concern dan komitmen tinggi terhadap program sosial seperti PKH dan Jamsosratu (Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu).

Hal ini, kata Budi juga, terbukti dengan ditambahnya jumlah penerima manfaat Jamsosratu sebagai program duplikat PKH pada 2019 termasuk besaran bantuan yang diterima penerima manfaat juga bertambah tahun ini.

”Ini bukti nyata pak gubernur dan pak wagub sangat perhatian terhadap program sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga ekonomi lemah,” terangnya.

Budi juga mengatakan, melalui cerita sukses Arya beserta adiknya dapat menjadi pemicu para penerima manfaat program sejenis agar memiliki semangat yang sama menghadapi kesulitan hidup. ”Harus dimaknai, setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama memperoleh kehidupan dan kesejahteraan sosial yang layak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Banten Nurhana mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi anak KPM PKH dari Kota Cilegon yang berhasil jadi sarjana dan diterima jadi ASN Kemensos dan lulusan terbaik. ”Alhamdulillah saya bangga. Dulu dia dapat bantuan PKH dan sekarang bisa membantu Kemensos  mengentaskan kemiskinan,” terangnya.

Nurhana juga mengatakan, keberhasilan yang diraih Arya merupakan bukti bahwa program PKH yang dibiayai Kemesos maupun Jamsosratu yang dibiayai APBD Banten, jadi program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga yang bermanfaat dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar dan juga memiliki multiplier effect yang sangat baik.

”Kesuksesan Arya jadi CPNS Kemensos, serta adiknya yang kuliah UI, contoh cerita sukses program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga. Program seperti ini harus dapat dukungan semua pihak,” kata Nurhana. Selain itu, kisah sukses Arya juga bisa jadi motivasi bagi pendamping, penerima KPM dan anak-anaknya, kalau program ini bisa menetaskan bibit-bibit unggul. ”Harus jadi motivasi bagi semua pihak yang terlibat dalam program sosial ini,” tegasnya.

Terpisah, Lidya, PKH Pendamping KPM keluarga Arya mengaku bangga dan terharu atas keberhasilan keluarga yang selama ini dia dampingi. ”Saya juga banyak belajar tentang kegigihan Euis Kurniasih (ibunda Arya). Saya berharap Arya bisa memotivasi KPM PKH lainnya. Keterbatasan ekonomi bukan jadi penghalang meraih kesuksesan,” tandasnya. (*)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.