Depok

Pembobol Rumsong Diganjar Timah Panas

Redaktur: Ahmad Nugraha
Pembobol Rumsong Diganjar Timah Panas - Depok

DITANGKAP -  Unit Reserse Mobile (Resmob) Polresta Depok menggelar rilis perkara kasus pembobolan rumah kosong di Mapolresta Depok, Jumat (17/1/2019).F oto: SANI/RADAR DEPOK

INDOPOS.CO.ID – Unit Reserse Mobile Polresta Depok menciduk spesialis pembobolan rumah kosong (Rumsong) di kawasan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur pada Kamis (17/1/2019) dini hari. Pelaku sempat buron beberapa hari.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan, pelaku mengaku sudah menjalankan aksinya sebanyak tujuh kali. Kedua pelaku tersebut bernama, Burhan dan Geleng. Karena melakukan perlawanan, petugas melumpuhkan kedua pelaku dengan timah panas pada bagian betis.

“Terus terang pelaku sudah menjadi incaran kami, karena diduga seringkali melakukan aksi pencurian, khususnya rumah kosong dengan modus congkel jendela atau pintu menggunakan obeng,” kata Deddy, di Mapolresta Depok saat gelar perkara kasus, Kamis (17/1/2019).

Dia mengungkapkan, pelaku tidak hanya menjalankan aksinya di wilayah Kota Depok, namun juga Tangerang dan Jakarta. Saat membobol rumah kosong tersebut, diduga pelaku berkolaborasi dengan kelompok lain yang masih menjadi buronan Polisi.

“Dari penangkapan ini, kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dugaan hasil curian seperti lima kardus Hp, dua obeng dan satu unit sepeda motor. Kasusnya akan terus kami kembangkan,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Geleng yang menjadi salah satu pelaku mengaku, menjalankan aksi itu karena ajakan teman. Uang hasil curian pun dibagi rata sesuai aksi yang dijalankan masing-masing pelaku.

“Duitnya buat kebutuhan sehari-hari, kadang buat karaokean juga,” ucapnya.

Geleng mengungkapkan, sekali beraksi kelompok yang diikiutinya mampu meraup uang hasil curian senilai Rp20 juta. Akibat tergiur dengan uang jutaan rupiah tersebut, akhirnya Geleng dan Burhan mendekam di balik jeruji besi.

“Sekali main kita empat orang, ngacak aja. Saya tertarik karena hasilnya besar, tapi kalau tahu begini saya kapok. Mau tobat,” terangnya.

Akibat perbuatannya tersebut, Geleng dan Burhan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan, dengan hukuman penjara kurang lebih lima tahun. (san)

TAGS

Berita Terkait

Daerah / Sita 11 Kontainer Kayu Ilegal

Megapolitan / Mabes Turun Tangan, Penyidik Pembunuhan Diganti

Megapolitan / Aniaya Korban, Kawanan Begal Sadis Dibekuk

Banten Raya / Polisi Cek Psikologis Perusak Motor

Depok / Jadi Polisi Gadungan, Taufiq Hidayat Dibekuk


Baca Juga !.