Megapolitan

Relokasi Terminal Terganjal

Redaktur: Syaripudin
Relokasi Terminal Terganjal - Megapolitan

Terminal Induk Bekasi

INDOPOS.CO.ID - Rencana relokasi Terminal Induk Bekasi di Jalan Cut Mutiah, Bekasi Timur, Kota Bekasi ke wilayah Jatiasih masih terkendala pembebasan lahan. Pasalnya, lahan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) seluas 5 hektare belum diberikan dari pengembang.

Padahal, ketersediaan lahan itu menjadi modal untuk menyodorkan bantuan biaya pembangunan ke pemerintah pusat. ”Kalau lahannya sudah fix diserahkan ke kami, pastinya Kementerian Perhubungan akan memberi bantuan pengucuran dana pembangunan terminal," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Minggu (20/1/2019).

Yayan menambahkan, jumlah kebutuhan anggaran untuk pembangunan Terminal Induk Bekasi belum bisa dipastikan. Sebab, permohonan bantuan yang diberikan masih belum keluar. Namun, pastinya kata dia, pembangunan terminal tipe A itu akan setara dengan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. "Soal anggarannya, kami belum tahu pasti," ujarnya.

Relokasi ke Jatiasih, kata Yayan juga, karena lokasi tersebut sudah menjadi prioritas sejak 2010 lalu. Salah satunya, wilayah tersebut dengan mudah terintegrasi dengan lintasan Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT). "Pastinya lintasan yang bakal terintegrasi dengan terminal adalag LRT dan BRT," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bekasi bakal merelokasi Terminal Induk Bekasi yang ada di Jalan Cut Mutiah, Bekasi Timur, ke wilayah Jatiasih. Pemindahan ini bertujuan untuk menambah kapasitas terminal, yang tadinya tipe B hanya memiliki luas lahan 1,3 hektare, akan menjadi 5 hektare dengan tipe A.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, sebenarnya relokasi Terminal Bekasi itu ada dua opsi lokasinya. Pertama, ada di wilayah Bantargebang dan yang kedua ada di wilayah Jatiasih. Kedua opsi itu sudah menjadi pertimbangan pemerintah daerah selama ini. "Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan," katanya.

Untuk wilayah Bantargebang, kata Chairoman, secara lokasi paling memadai. Untuk lahan PSU sudah disediakan dari pengembang proferty, termasuk Detail Enginering Desaign (DED) sudah didapat. Hanya saja, kata dia, untuk akses jalan dari tol ke arah terminal membutuhkan pembebasan lahan. "Sehingga, ada tambahan pelaksanaan pembebasan lahan untuk akses kendaraan ke terminal," ujarnya.

Bahkan, kata Chairoman, untuk wilayah Jatiasih, sampai sekarang belum ada kelanjutan. Apalagi, lahan yang akan dipakai untuk pembangunan masih belum ada penunjukan titik terang. Karena, kepemilikan lahan itu masih dikuasai perorangan. "Dan DED-nya sampai sekarang belum ada," tandasnya. (dny)

 
 
 

Berita Terkait

Megapolitan / Segudang Kendala Proyek Terminal Baru Dan Lahan Belum Resmi


Baca Juga !.