Internasional

Pemerintah Serbia Diprotes, Ribuan Warga Turun ke Lapangan

Redaktur: Achmad Sukarno
Pemerintah Serbia Diprotes, Ribuan Warga Turun ke Lapangan - Internasional

UNJUK RASA - Memegang spanduk bertuliskan ‘1 dari 5 juta’. Para demonstrasi menetang kebijakan Presiden Serbia Aleksandar Vu. Mereka berkumpul di Beograd Sabtu (2/2/2019). Foto: AFP

INDOPOS.CO.ID - Ribuan warga negara Serbia turun ke jalan. Mereka melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah. Aksi ini bukanlah kali pertama dilakukan mereka. setidaknya sudah ada sembila kali berturut-turut.

Puluhan ribu demonstran ini memperlihatkan ketidakpuasan terhadap pemerintah. Sambil berjalan mereka membawa spanduk bertuliskan "Satu dari lima juta". Aksi ini telah dimulai sejak 8 Desember 2018.
Aksi ini dipicu seorang politikus oposisi Borko Stefanovic diserang dan dipukuli di kota kecil Kursevac di bagian selatan negeri tersebut.

Pawai pada Sabtu menandai protes rutin kesembilan berturut-turut di Beograd. Satu pawai luar biasa diselenggarakan pada 16 Januari, ketika pemrotes menggelar peringatan pertama pembunuhan yang tak terselesaikan atas politikus Serbia Kosovo Oliver Ivanovic di Kosovska Mitrovica, Kosovo.

awalnya, protes hanya terhadi Beograd tapi pada Januari rakyat di lebih dari 30 kota besar dan kecila bergabung dan menyelenggarakan protes. Warga di sebanyak 20 kota besar dan kecil mengumumkan akan menggelar pertemuan terbuka pada Sabtu (2/2/2019).

Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu. salah satu kota terbesar seperti Nis, Novi Sad, Kragujevac, Vranje, Cacak, Mladenovac, Pozarevac dan Uzice sudah menyelenggarakan protes. Protes rutin dimulai pada pukul 18.00 waktu setempat. Protes dilakukan di Bundaran Pelajar di pusat Kota Beograd.

Setelah pidato, massa bergerak ke gedung Parlemen, Istana Presiden, gedung lembaga penyiaran publik, RTS, dan kadangkala ke gedung pemerintah. Pemrotes membawa spanduk yang bertuliskan, "Bangunlah Serbia", "Vucic gugur, kapitalisme gugur" dan "Kami bersama rakyat".

Banyak anggota partai oposisi juga ikut dalam protes tersebut. Tuntutan utama pemrotes adalah pengawasan yang lebih baik atas proses pemilihan umum dan kampanye serta sanksi pidana buat mereka yang melakukan pelanggaran kampanye.

Pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Nebojsa Steganovic, karena ia diduga menghina pemrotes, juga menjadi salah satu tuntutan pengunjuk rasa.

Mereka juga ingin penyelesaian kasus pembunuhan politikus Serbia Kosovo Oliver Ivanovic. Selain itu, mereka menuntut wakil dalam protes diberi waktu lima menit dalam tayangan berita utama lembaga penyiaran publik, RTS, dan kehadiran yang lebih rutin politikus oposisi di RTS.

Sementara itu, Vucic berkeras bahwa ia takkan menyerah terhadap "pemerasan dari politisi oposisi" tapi telah menambahkan ia bersedia bertemu dan mendengar dari warga yang tidak puas terhadap pemerintahannya.

Vucic juga mengatakan jika oposisi menginginkan pemilihan umum sela, ia siap melakukannya dan, jika ia kalah, ia siap melepaskan semua jabatannya. Namun, partai oposisi di Aliansi mengatakan mereka takkan ikut dalam pemilihan umum sela.

Aliansi bagi Serbia, kelompok longgar 30 organisasi dan partai oposisi sekarang memainkan peran penting dalam mengumpulkan pemrotes. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Hukuman Mati Bagi LGBT Tak Berlaku

Internasional / Kaisar Akihito Lepas Takhta

Internasional / Halangi Pejabat Fatah Tinggalkan Jalur Gaza

Internasional / Pertimbangkan Usulan Pakta Nuklir AS

Internasional / Tambang Batu Bara Meledak, Lima Orang Tewas

Internasional / AS Hentikan Bantuan Militer ke Kamerun


Baca Juga !.