All Sport

Modal Awal Lifter ke Tokyo

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Modal Awal Lifter ke Tokyo - All Sport

Eko Yuli Irawan. Foto : Bambang/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Lifter nasional tampil cemerlang  di Piala Egat 2019 di  Thailand. Wakil Merah Putih sukses  mendongkrak poin untuk  modal tampil di olimpiade Tokyo. 

Lifter putri Nurul Akmal menyumbang medali  untuk Indonesia. Tampil di kelas 87 kg putri, Nurul membukukan total angkatan 260 kg (snatch 111 kg dan clean&jerk 149 kg). Dengan capaian tersebut, Nurul berhak atas medali perunggu di kategori clean&jerk, meski total angkatannya hanya menempati ranking empat 

Sebelumnya, Acchedya Jagaddhita (59 kg putri) serta dua lifter putra Deni (67 kg putra) dan Triyatno (73 kg putra) turut mendulang medali. Deni dan Triyatno bahkan memboyong medali emas dari turnamen ini.

Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Sonny Kasiran mengapresiasi penampilan anak-anak latihnya. Namun, katanya, Indonesia tak boleh berpuas diri karena posisi Indonesia untuk meraih tiket ke Tokyo belum aman. Para lifter masih perlu mengikuti sejumlah rangkaian turnamen kualifikasi Olimpiade lainnya.

"Hasil ini membuktikan bahwa perjuangan kami tidak sia-sia. Namun, jalan masih panjang. Banyak seri turnamen lagi yang perlu kami ikuti demi mendapat tempat di Olimpiade Tokyo," kata Sonny di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Meski mendapat cukup modal, Sonny mengaku kecewa dengan perhatian pemerintah. Hingga kini, mereka belum juga menerima anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas). Padahal, angkat besi masuk dalam salah satu dari 13 kategori cabang olahraga (cabor) yang mendapat prioritas.

Menurut Sonny, biaya keberangkatan ke Thailand saja masih berasal dari kantong pribadi Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI). Padahal, pemerintah sebelumnya telah menjanjikan dana pelatnas cair pada 15 Januari. Namun, hingga kini, hal itu belum kunjung terealisasi.

"Hingga kami berangkat ke Thailand pencairan dana belum juga selesai. Uang saku anak-anak juga kami talangi dulu. Kalau kami terlalu disibukkan dengan masalah proposal, saya justru khawatir ada hal lain yang terlewat. Seperti deadline lapor ke Badan Anti Doping Dunia (ADAM), dll," kata Sonny.

Setelah mengejar poin di Thailand, beberapa lifter Indonesia akan berangkat ke China untuk mengikuti Piala Dunia Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) Fuzhou pada akhir Februari. Sejumlah atlet elite seperti Eko Yuli Irawan direncanakan tampil pada kelas 61 kg putra.

Perjalanan Eko menuju Tokyo bisa dikatakan sudah on-the-track. Ia mampu meraih tiga emas dari kategori snatch, clean&jerk, dan total angkatan saat berlaga di Kejuaraan Dunia 2018 Ashagabat, November.

"Dia masih perlu mengikuti dua kali seri kualifikasi lagi. Bila hasilnya bagus, berarti ia sudah aman," ujar Sonny. "Semua memiliki berpeluang. Indonesia harus tetap waspada dengan negara-negara kawasan Asia, terutama China," paparnya. (bam)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.