Headline

Laba, Turunkan Harga Avtur

Redaktur: Nurhayat
Laba, Turunkan Harga Avtur - Headline

SOROTAN - Gedung Kantor Pusat PT Pertamina di kawasan Monas, Jakarta. Pertamin menjadi objek hujatan menyusul keluahan harga Avtur melangit. Foto : DOK/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina menurunkan harga avtur. Atau paling tidak setara dengan harga jual internasional. Apalagi sepanjang 2018, perusahaan BUMN itu mendapat laba lebih dari  Rp 20 triliun.

Karena itu Jokowi  akan memanggil Dirut Pertamina terkait persoalan tersebut. Pertamina diminta menjual avtur dengan harga setara harga internasional. Kalau tidak mau harus berani berkompetisi dengan swasta yang bisa saja ikut menjual avtur untuk penerbangan domestik. ”Pilihannya, harga (avtur) bisa sama tidak dengan internasional. Kalau tidak, saya masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi,” tutur Jokowi, usai menghadiri acara PHRI, Senin malam.

Komentar itu disampaikan Jokowi, setelah  mendengar keluhan para pengusaha hotel dan kuliner. Yakni adanya penurunan tingkat hunian hotel hingga 20-40 persen sejak awal 2019.  Terkait permintaan orang nomor satu di Indonesia, PT Pertamina mengaku akan segera menyampaikan updatenya. ”Nanti akan kami sampaikan update-nya yah mas. Ini saya juga habis rapat,” tukas Manager External Communication PT Pertamina Arya Dwi Paramita, Selasa sore (12/2/2019).

Sementara itu, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, harga avtur terus turun sejak November tahun lalu. Hal itu kata dia sudah disampaikan Menteri BUMN. ”Saya sampaikan lagi, harga avtur di Indonesia, khususnya di bandara Soekarno Hatta (Soetta) sangat kompetitif, kita nomor tiga di Asia Tenggara,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai, lonjakan harga tiket pesawat maskapai penerbangan nasional untuk rute domestik  bukan karena avtur. Sebab, harga avtur yang dijual PT Pertamina (Pesero) paling murah dibanding negara Asean.

Berdasar data WFS Shell dan China National Aviation Fuel (CNAF) dan Blue Sky yang selalu diterbitkan secara periodik, harga avtur dari Pertamina di bandara Soetta USD 42,3 sen per liter. Harga itu lebih murah dibanding beberapa harga avtur di bandara internasional lain, seperti Changi, Singapura mencapai USD 56,8 sen per liter. Dan bandara INLAND di China sebesar USD 46,13 sen per liter. Bahkan harga avtur Pertamina itu, jauh di bawah harga avtur ditetapkan bandara SYD Kingsford Australia pada harga USD 1,03 per liter. ”Avtur bukan BBM Bersubsidi. Bisnis avtur murni antarkorporasi yang harusnya tidak boleh ada pengaturan harga,” tegas Sofyano.

Menurut dia, otoritas dapat memeriksa struktur pembentuk harga tiket pesawat. Berapa sebenarnya Harga Pokok Produksi (HPP) pembentuk harga dan berapa margin diambil Garuda Indonesia. ”Dengan mengetahui HPP itu, maka akan dapat diketahui dengan tepat pos pembiayaan yang membentuk atau membebani harga tiket pesawat. Misalnya, biaya perbaikan dan perawatan, biaya sewa pesawat, biaya asuransi, handling fee bandara, dan lain-lain,” pungkasnya. (dai)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Jokowi Sambut Putra Mahkota Abu Dhabi

Lifestyle / Jokowi Bagi Resep Bugar dengan Jamu


Baca Juga !.