Headline

Gagal Paham, Unicorn Picu Capital Outflow

Redaktur: Jakfar Shodik
Gagal Paham, Unicorn Picu Capital Outflow - Headline

LURUSKAN - Peneliti Senior BEI Poltak. Foto Antaranewscom

INDOPOS.CO.ID – Usaha rintisan (Startup) berkembang pesat di tanah air. Startup dengan valuasi di atas USD 1 miliar lazim disebut unicorn. Dan, setidaknya ada empat unicorn bercokol di Indonesia yaitu Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Gojek Indonesia. 

Nah, belakangan muncul tudingan semakin banyak jumlah startup mengakibatkan dana tersedot ke luar negeri. Anggapan dan penilaian semacam itu dianggap sebagai gagal paham. ”Termasuk anggapan keuntungan unicorn bakal lari ke luar negeri juga tidak berdasar,” tutur Peneliti Senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotraredo di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Ia justru memperkirakan sejumlah unicorn Indonesia baru akan memetik keuntungan sekitar 10 tahun mendatang. Selain itu, rata-rata pembagian imbal hasil (yield) dividen hanya berkisar 2-3 persen per tahun. ”Jadi, bagaimana caranya bisa membawa uang ke luar negeri? Justru, yang ada uang luar negeri masuk Indonesia,” beber Poltak.

Lagi pula, bilang Poltak, investor membiakkan modal ke unicorn Indonesia merupakan kelas dunia sehingga, investasi itu tidak seberapa dibanding dana kelolaan yang sangat besar. Malahan, dana asing masuk unicorn Indonesia dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) itu kemudian dikelola dalam bentuk rupiah. Oleh karena itu, perlu dipahami juga sistem investasi dan struktur di dalam startup berbeda dengan perusahaan biasa. 

Pendiri startup memiliki peranan sentral dalam semua penentuan keputusan di internal, karena menjadi satu-satunya yang paling paham genetik dari perusahaan tersebut. ”Masuknya investor asing tak lantas mengubah perusahaan itu menjadi milik asing dan menggeser pendiri dari posisi pengendali. Justru, sosok pendirilah yang menjadi daya tarik investor asing,” imbuhnya.

Menurut Poltak, empat startup dengan kategori unicorn di Indonesia memiliki daya tarik sehingga mendorong minat investor asing masuk. Bagi investor asing, Indonesia pasar besar dengan penduduk 256 juta jiwa dan sangat kompleks. Ekonomi Indonesia tengah tumbuh positif. ”Unicorn Indonesia rajanya Asia Tenggara. Kalau bisa masuk pasar Indonesia, pasti bisa masuk ke negara lain,” ulas Poltak.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, khawatir jika jumlah unicorn Indonesia terus bertambah akan membawa dampak negatif. Alasannya, jika jumlah unicorn semakin banyak, akan memantik uang Indonesia tersedot ke luar negeri semakin besar. 

Bahkan ada yang menganggap masuknya investor asing ke unicorn Indonesia mengakibatkan statusnya berubah menjadi perusahaan asing karena berimbas terhadap komposisi pemegang saham. (ant)

Berita Terkait

Nasional / Satu Startup Indonesia Bakal Naik Kelas jadi Unicorn

Ekonomi / Jokowi Minta Jumlah Unicorn Ditambah


Baca Juga !.