Megapolitan

Cegah Konflik, Jokowi Bagikan 351 Sertifikat Tanah Wakaf

Redaktur: Syaripudin
Cegah Konflik, Jokowi Bagikan 351 Sertifikat Tanah Wakaf - Megapolitan

SERTIFIKAT GRATIS-Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Kakanwil BPN Banten Andi Tenri Abeng saat menghadiri pembagian sertifikat tanah wakaf, Jumat (22/1). Foto : BPN Banten For INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 351 sertifikat wakaf kepada pengurus masjid, musala, sarana pendidikan dan pesantren se-Provinsi Banten, Jumat (22/2). Acara pembagian sertifikat wakaf itu digelar di Masjid Raya Bani Umar, Jalan Graha Bintaro 4, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Jokowi  yang tiba di lokasi pukul 11.30 WIB, salat Jumat terlebih dahulu sebelum membagikan sertifikat di masjid yang didirikan Karlinah Umar Wirahadikusumah, istri Umar Wirahadikusumah Wakil Presiden keempat RI. Saat tiba di lokasi, Jokowi disambut sejumlah kaum ibu yang berkerumun di pagar masjid tersebut.

Kedatangan Jokowi disambut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar , Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diany, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Banten Andi Tenri Abeng beserta jajarannya.

”Hari ini, kita bagikan 351 sertifikat wakaf untuk masjid, musala, tempat pendidikan, pesantren. Agar tidak terjadi konflik," terang Jokowi. Menurutnya juga, sertifikat wakaf diberikan karena setiap masuk ke kampung dan desa selalu terjadi sengketa lahan di mana-mana. ”Konflik itu bukan hanya urusan tanah hak milik, tetapi juga tanah wakaf," ungkapnya.

Jokowi lantas menceritakan persoalan salah satu masjid besar di Jakarta terkait dengan sengketa lahan.
”Saya ceritakan sedikit, di Jakarta ada masjid besar, tidak usah saya sebutkan masjidnya, bertahun-tahun masjid itu berdiri tidak ada masalah. Kemudian setelah tanah di situ harganya Rp 120 juta per meter, baru jadi masalah. Ahli waris menggugat itu masjid karena belum punya sertifikat wakaf,” cerita Jokowi.

Selain di Jakarta, Jokowi juga memberikan contoh lain di Sumatera. ”Saya ceritakan di Sumatera, tidak usah saya sebutkan provinsinya, masjid provinsi besar sekali. Separuh sudah ada sertifikatnya, separuh belum. Nah, yang digugat separuhnya. Ini masih dalam proses kita selesaikan,” cetusnya juga.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN  Banten Andi Tenri Abeng mengatakan, pemberian sertifikat tanah wakaf untuk sarana sosial seperti tempat ibadah dan pendidikan untuk memberikan kepastian hukum. ”Adanya sertifikat tanah wakaf, memberikan kepastian hukum tentang lahan tempat ibadah dan sarana pendidikan,” terangnya.

Dia memaparkan, salah satu penyebab kasus tanah wakaf bermuara ke ranah hukum karena pemberi tidak menyerahkan secara tertulis tanahnya tapi hanya secara lisan. Hal ini menyebabkan ahli waris pemilik tanah melakukan gugatan ke pengadilan, yang tak jarang penerima wakaf kalah karena tidak ada bukti sertifikat.

”Pembuatan sertifikat tanah wakaf merupakan bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN. Termasuk yang dilakukan di Provinsi Banten ini,” terangnya juga.

Sedangkan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangsel Wartomo mengatakan, dari total 351 sertifikat tanah wakaf yang dibagikan Presiden Jokowi, sebagian besar diterbitkan BPN Kota Tangsel. ”Sertifikat tanah wakaf di Kota Tangerang Selatan yang dibagikan sebanyak 210 sertifikat,” terangnya kepada INDOPOS.

Wartomo juga mengaku bangga daerahnya didatangi Presiden Jokowi dua kali dalam kurun waktu satu bulan. Pertama, pembagian 40.172 sertifikat tanah PTSL untuk warga Kota Tangsel yang dihelat di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Pamulang, Jumat (25/1). Kedua, pembagian sertifikat tanah wakaf yang juga dihadiri Jokowi, Jumat (22/2).   

”Kami di BPN Tangsel bekerja sesuai arahan Kepaal Kanwil BPN Banten. Kerja nyata hasil nyata. Kerja keras dan cerdas, aktif berkomunikasi dengan seluruh stakeholder di Kota Tangsel itu kunci yang membuat kami bisa menyelesaikan seluruh tugas program PTSL yang diberikan Kanwil BPN Banten,” ujar Wartomo juga.

Untuk 2019 ini, Wartomo berjanji akan menyelesaikan 1.200 sertifikat tanah wakaf yang ada di seluruh wilayah yang dipimpin Wali Kota Airin Rachmi Diany tersebut. ”Menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah wakaf yang belum bersertifikat di Kota Tangsel berjumlah 1.200 bidang. Akan kita selesaikan pembuatan sertifikatnya tahun ini,” cetusnya. (ant/din)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.