Nasional

Kasus Surat Suara Tercoblos, WNI Malaysia Mengadu ke DPR

Redaktur: Riznal Faisal
Kasus Surat Suara Tercoblos, WNI Malaysia Mengadu ke DPR - Nasional

Fadli Zon. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

indopos.co.id - WNI yang menetap di Malaysia mendatangi DPR. Mereka mengadukan perihal surat suara tercoblos yang ditemukan di wilayah Selangor. Mereka meminta temuan berkarung-karung surat suara itu diusut tuntas.

"Kami punya posko Raja Alang Kuala Lumpur, kami berjuang tanpa modal. Jadi, dengan adanya peristiwa yang menyakitkan ini, kami berharap dituntaskan segera," kata Syafruddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/4/2019).

Lelaki yang mengaku menjabat sebagai ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Sandi Malaysia itu mengadukan peristiwa itu karena memang terlibat dalam penggerebekan berkarung-karung surat suara tercoblos yang ditemukan di Selangor, Malaysia.

WNI lainnya, Brem, meminta DPR mengawal kerja keras mereka. "Kami minta kepada bapak-bapak di DPR terus kawal ini. Kami minta usut sampai tuntas kasus ini. Kenapa? Kami merasa warga negara Indonesia yang ada di Malaysia sangat sangat dirugikan dengan peristiwa ini," ucapnya.

Brem menilai, kasus ini sebagai kejadian yang luar biasa karena berkaitan dengan hak warga negara. Sehingga, kasus ini harus segera diusut tuntas. "Kami sudah menangkap orang ini dengan begitu banyak suara. Seterusnya kami minta pihak KPU, Bawaslu, untuk segera menindaklanjuti kasus ini," ungkapnya.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga mendukung agar kasus surat suara tercoblos ini segera diusut dan diungkap. Menurut anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu, kejadian di Malaysia tersebut tergolong peristiwa luar biasa.

"Saya kira ini adalah kejadian luar biasa di Malaysia, surat suara yang sudah tercoblos terlebih dahulu pada Paslon tertentu dan juga pada Caleg-Caleg tertentu. Saya kira ini harus ada pengusutan, tidak bisa berhenti sampai di situ," ujar Fadli kepada wartawan.

Selain itu, politikus Partai Gerindra itu menegaskan, kejadian tersebut telah mencederai demokrasi bangsa. DPR akan ikut memantau pengusutan kasus tersebut.

"Saya pikir ini sudah mencederai demokrasi kita. Kita jadikan bahan. Mereka laporkan nanti akan diikuti oleh bukti video yang mereka miliki," tutur Waketum Gerindra itu. "Kasus ini adalah kejahatan luar biasa. Karena itu, maka harus diproses secara hukum," tandasnya.

Dia menegaskan, para WNI yang datang menemuinya juga memiliki bukti berupa video. Bukti itu, akan digunakan bahan untuk investigasi.

"Mereka laporkan nanti akan diikuti oleh bukti video yang mereka miliki tadi disampaikan ada yang sudah viral tetapi ada juga video yang belum sampai ke publik. Menurut saya ini jadi bahan juga kepada DPR kepada pihak terkait," tuntasnya. (aen)

Berita Terkait


Baca Juga !.