Hukum

Puluhan Korban Pinjaman Online Demo di PN Jakpus

Redaktur: Ali Rahman
Puluhan Korban Pinjaman Online Demo di PN Jakpus - Hukum

Puluhan korban Perusahaan Pinjaman Online menggelar demo di PN Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

indopos.co.id - Puluhan warga korban pinjaman online menggelar demo di kantor Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). Sambil membawa spanduk dan poster, mereka meneriakkan aspirasinya. Seperti berikan perlindungan terhadap para korban rentenenir online. Dan tangkap dan adili para pencuri data para korban rentenir online.

"Saya ikut aksi demo, karena menjadi korban dari perusahaan pinjaman online. Saya beberapa waktu lalu minjam Rp 1 juta diterima Rp 800 ribu. Dalam waktu 7 hari harus kembalikan Rp 1,2 juta. Selama ini lancar. Sempat telat sehari, terus mereka mendata. Saya merasa terintimidasi," ujar salah seorang korban pinjaman online yang minta namanya tidak disebut, Selasa (23/4/2019).

Sementara itu, Pimpinan Aksi Nicho Silalahi mengatakan, puluhan warga korban pinjaman online yang demo berasal dari Jabodetabek. "Selama ini mereka mengadu ke LBH Nusantara. Awalnya kita tidak percaya. Kemudian lebih dari 20 orang. Bahkan saat ini ada sekitar 15 ribu orang yang meminta bantuan advokasi," ujarnya di PN Jakpus, Selasa (23/4/2019).

Lebih lanjut Nicho mengatakan, perusahaan pinjaman online itu debt collector/desk collector dalam melakukan penagihan. Namun caranya tidak manusiawi. "Kreditur yang menunggak pembayaran, ada yang dicaci maki. Mengancam akan mempermalukan dan sebagainya," jelas Nicho.

Dia menambahkan, cara-cara penagihan yang tidak manusiawi seperti itu akan menjadi pemicu konflik sosial. Sehingga bisa bermuara pada rusaknya hubungan kekerabatan dan persaudaraan.

"Bahkan banyak diantara kreditur korban pinjaman online itu harus menanggung malu serta berkelahi dengan rekan, saudara maupun tetangga tempat kreditur tinggal," ujar Nicho.

Pihaknya dari Gerakan Bela Korban Pinjaman Online juga mendesak Pemerintah Jokowi - JK jangan membiarkan praktek – praktek Rentenir online ini.

Disinggung mengapa berdemo di depan halaman PN Jakarta Pusat, Nicho mengatakan, pihaknya telah melakukan gugatan perdata. "Adapun salah satu yang tergugat adalah OJK. Gugatan sudah kami layangkan ke pengadilan," pungkasnya. (dai)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Biaya Renovasi Rumah Minimal dengan Hasil Maksimal

Ekonomi / Korban Pinjaman Online Bertambah


Baca Juga !.