Ekonomi

First Media Proyeksi Pendapatan Rp 220 Miliar

Redaktur: Ali Rahman
First Media Proyeksi Pendapatan Rp 220 Miliar - Ekonomi

ilustrasi First Media

indopos.co.id - Emiten televisi berbayar dan provider internet PT First Media (KBLV) memproyeksi kinerja tahun ini masih akan merugi seperti tahun lalu. Itu akibat hilangnya sebagian besar pendapatan perusahaan dari layanan Broadband Wireless Access (BWA) 4G LTE, PT Internux atau lebih dikenal dengan Bolt, masih terasa.

Presiden Direktur Independen First Media, Harianda Noerlan mengatakan tengah mengupayakan perbaikan kinerja perusahaan dengan strategi memaksimalkan lini usaha lain yang dimiliki.

Namun, dia mengakui untuk memperbaiki kerugian senilai Rp 4,19 triliun pada 2018 (rugi tahun berjalan) tidaklah mudah. Untuk itu, dia memproyeksikan tahun ini perseroan masih akan merugi.

Tahun lalu, perusahaan mencatatkan kerugian Rp 3,5 triliun lebih tinggi dari periode 2017 dengan rugi hanya Rp 1,1 triliun. Sejak izin Bolt dicabut, perusahaan kehilangan sekitar 80 persen dari pendapatan. 

Pada 2019, pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 220 miliar, merosot 75,58 persen dibandingkan 2018 senilai Rp 901 miliar. “Ya, pelan-pelan. Tidak bisa sekaligus,” tutur Harianda dalam paparan publik, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Harianda mengatakan tahun ini juga masih harus menerima potensi kerugian dari penjualan perangkat-perangkat sisa dari Bolt. Pencabutan izin Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), berbuntut panjang bagi perusahaan, dari kehilangan kontributor utama pendapatan hingga kemampuan untuk membayar utang.

Adapun lini usaha akan diandalkan dari pendapatan berupa pembuatan konten dan berita senilai Rp 100 miliar, penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan in-building solution senilai Rp 95 miliar, dan penyewaan gedung perkantoran Rp 20 miliar.

"Bidang usaha ini masih stabil meningkat terus, sehingga diharapkan operasional dari anak-anak usaha ini bisa memberikan pendapatan operasional yang positif," katanya.

Untuk belanja modal (capital expenditure/capex), perseroan hanya mengalokasikan untuk PT Prima Wira Utama senilai Rp 8,7 miliar, sebagai penyedia telekomunikasi dan in-building solution. (mdo)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Tiga Ribu Pelanggan Lakukan Refund, Ini yang Dilakukan Kominfo


Baca Juga !.