Nusantara

Spirit Waisak Bhinneka Tunggal Ika

Redaktur: Jakfar Shodik
Spirit Waisak Bhinneka Tunggal Ika - Nusantara

KHIDMAT-Sejumlah umat Buddha berpakaian adat Sumsel mengantar persembahan pada Bante dan Bikhuni dalam upacara perayaan Hari Raya Waisak di Vihara Dharmakirti Palembang, Sumsel, Minggu (19/5/2019). Foto: FENY SELLY/WSJ/ANTARA ).

indopos.co.id – Puncak Bakti Waisak 2563 TB/2019 di Vihara Dharmakirti Jalan Kapten Marzuki Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berlangsung khidmat dan khas. Itu karena para wanita budhis yang mengisi prosesi sembahyang mengenakan pakaian khas Sumsel.

Ketua Yayasan Budhakirti, Tono Anton Alamsyah mengatakan pakaian khas Sumsel dipilih sesuai tema perayaan Waisak tahun 2019 yakni Bhineka Tunggal Ika dan Cinta Indonesia dengan mengutamakan persatuan.

Sebetulnya, perayaan kali ini menggunakan pakaian khas beberapa daerah, tidak hanya Sumsel. Ada juga pakai kebaya. Itu menunjukkan rasa kecintaan umat Budha terhadap Indonesia. ”Ya, sesuai semangat Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap tetap satu,” tutur Tono di Palembang, Sumsel, Minggu (19/5/2019).

Menurut Tono, umat Budha didorong untuk memiliki kecintaan terhadap Indonesia dengan mempraktikkan ajaran-ajaran Budha tanpa meruntuhkan nilai-nilai nasionalitas yang sudah ada. Bangsa Indonesia, kata dia, terdiri dari 1.340 suku dan telah memiliki tradisi hingga menjadi budaya serta falsafah negara. Nah, berkenaan dengan itu, Budha hanya mengajarkan mengubah perbuatan buruk menjadi baik. ”Bukan mengubah budaya dan falsafah negara,” tegas Tono.

Sementara Bhiksu Vihara Dharmakirti, Y.M Bhadramurti, menambahkan Umat Budha harus berperan aktif menjaga keharmonisan pada lingkungan sekitar tempat tinggal. Itu penting sebagai upaya menciptakan persatuan. ”Semoga momentum peringatan Waisak menguatkan kembali cinta tanah air masyarakat Indonesia. Dengan begitu, akan terjalin keutuhan bangsa dan negara. Selamat merayakan Waisak 2019/2563 TB,” seru Y.M Bhadramurti.

Ribuan umat Budha secara khidmat mengikuti perayaan Puncak Bakti Waisak 2563 TB/2019 di Vihara Dharmakirti. Prosesi diawali persembahan untuk umat bulan bahagia, kemudian anak-anak sekolah manggala mempersembahkan bunga untuk biksu sangha, pembacaan parita, pemberkatan oleh biksu, dan taraparamita.

Sebelum perayaan puncak Waisak tersebut, sejak awal Mei sudah dilakukan beberapa prosesi. Misalnya, pengambilan air berkah, pembekalan wisudhi, pindapatta, pekan athasila kunjungan kasih, Yi Fo perayaan waisak Seguntang, dan penyalaan pelita Waisak, dua prosesi yang masih akan dilaksanakan yakni wisudhi upasaka/upasika serta detik sidhi Waisak 2563 malam nanti. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.