Megapolitan

Tradisi ’Perang Sarung’ Penyebab Tawuran

Redaktur: Syaripudin
Tradisi ’Perang Sarung’ Penyebab Tawuran - Megapolitan

SALING SERANG - Tradisi perang sarung yang jadi penyebab tawuran. Foto: Rangga/Metropolitan/INDOPOS GROUP

indopos.co.id - Aksi nakal remaja Bogor lewat ’Perang Sarung’ kian meresahkan. Kini, Polresta Bogor Kota intens menyisir lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena pertarungan sarung yang berujung tawuran itu.

Di Kota Bogor sendiri, beberapa lokasi terindikasi menjadi tempat tawuran. Tak lagi di siang hari, tapi juga malam hari. Informasi yang dihimpun Radar Bogor (INDOPOS Group), Senin (20/5/2019) lokasi tawuran itu antara lain Bogor Nirwana Residence (BNR), Tajur, Ekalokasari dan Jembatan Ceger.

Tawuran itu membuat Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim miris. Dia meminta kepada orang tua dan guru melakukan pengawasan dan pembinaan, khususnya untuk memaknai puasa saat Ramadan.

Sehingga anak dan remaja tidak terjebak dalam ritual atau tradisinya saja, tetapi nilai ibadah yang juga diperoleh.

”Tawuran itu sejenis kenakalan remaja dengan intensitas yang dapat membahayakan,” terangnya. Dedie juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor terus aktif mengingatkan guru-guru agar ikut mendorong pembentukan karakter siswa yang baik dan berakhlak mulia di samping prestasi akademis siswa.

”Pembentukan karakter itu meliputi penanaman budi pekerti, tolong-menolong, sopan santun, ramah terhadap sesama, taat pada hukum, itu sangat penting ditanamkan sejak dini,” tuturnya.

Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin mengaku akan melakukan antisipasi agar siswa SMP tak terlibat dalam aksi negatif itu. Ke depan, kata dia, Disdik juga akan mengeluarkan surat larangan bagi pelajar SMP untuk berkegiatan di luar saat malam hari maupun subuh.

”Disdik akan mengeluarkan surat larangan bagi pelajar SMP untuk berkegiatan di jalan setelah tarawih maupun setelah sahur,” ungkapnya. Jika kedapatan siswa SMP atau di bawahnya yang masuk dalam kewenangan Disdik, kata dia, maka akan diberikan pembinaan khusus dan pemanggilan orang tua siswa.

Karena orang tua juga harus mengawasi dan membimbing anak-anaknya agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif. ”Dinas dan sekolah juga punya tanggung jawab moral terhadap peserta didik meski tindakan itu di luar sekolah,” terangnya. (gal)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Atasi Kenakalan Remaja


Baca Juga !.