Megapolitan

Politikus Baru Hiasi Kebon Sirih, PSI Oposisi dan Koalisi Adil Makmur Tetap Kritis

Redaktur:
Politikus Baru Hiasi Kebon Sirih, PSI Oposisi dan Koalisi Adil Makmur Tetap Kritis - Megapolitan

Ilustrasi Foto

indopos.co.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019. Pun untuk pemilihan legislatif, DPRD DKI Jakarta. Dari 106 kursi yang diperebutkan, dari 10 daerah pemilihan (dapil), sekitar 57,5 persen akan diisi oleh nama-nama baru.

Para politikus anyar itu tidak hanya dari partai baru. Partai-partai besar seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga ikut mengirimkan wakilnya yang baru ke Kebon Sirih (lihat grafis).

Keterisian kursi DPRD DKI Jakarta, adalah 61 kursi, diisi oleh wajah-wajah baru. Sedangkan 45 kursi sisanya atau 42,5 persen diisi oleh orang lama. Partai Gerindra paling banyak mengirimkan kadernya ke Kebon Sirih, yakni 19 kursi. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 16 kursi, Partai Demokrat 10 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 9 kursi dan Partai NasDem 7 kursi. Adapun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu mengirimkan 8 wakil ke DPRD DKI Jakarta. Kemudian tiga partai terbawah yaitu Partai Golkar memperoleh 6 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5 kursi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya 1 kursi.

Salah seorang anggota dewan baru yang lolos ke DPRD adalah Yudha Permana. Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mempercayakan suaranya untuk ia bisa duduk di DPRD. ”Saya akan memperjuangkan kepentingan masyarakat, tidak akan menyianyiakan kepercayaan masyarakat ini,” ujar caleg dari Gerindra ini, Rabu (22/5/2019).

Sementara itu, PAN mengaku senang, ada sejumlah kader muda yang mendapat amanah dari rakyat ibu kota. Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio mengucapkan, tak ada yang bisa dibanggakan dari keberhasilan PAN meloloska meloloskan 9 caleg ke DPRD DKI Jakarta. ”Setelah hasil rekapitulasi tingkat provinsi, PAN dinyatakan sebagai peringkat ke-5 pemenang di DKI Jakarta,” kata Eko Patrio beberapa waktu lalu.

Eko menyebut capaian kursi PAN DKI di Pileg DPRD melampaui pemilu sebelumnya. Dia mengatakan ada kemungkinan PAN mendapat jatah kursi pimpinan DPRD DKI Jakarta 2019-2024.

”Yang tadinya PAN DKI Jakarta hanya dua kursi, sekarang mendapatkan 9 kursi. Insya Allah mendapat salah satu pimpinan di DPRD Kebon Sirih,” harap pria yang namanya dilambungkan oleh grup lawak Patrio tersebut.

Di tingkat DPR, Eko juga bersyukur PAN mendapatkan dua kursi. Adalah dirinya sendiri dan Abraham Lunggana atau Haji Lulung yang melenggang ke Senayan.

Menurut Eko Patrio, capaian DPW PAN DKI Jakarta tak terlepas dari kerja keras juga dukungan warga ibu kota. Dia mengaku PAN DKI Jakarta sebelumnya tidak mempunyai apa-apa.

Alhamdulillah buat saya berkah banget karena kita jujur aja defisit, nggak punya apa-apa tadinya ya. Kantor pun kita pindah. Dari Kramat, Senen, terusnya ke Tebet, udah itu pindah kemari (Cipinang). Terus kita juga carut marut di bawahnya, mesin partai tidak berjalan,” sebut Eko Patrio.

”Dengan akhirnya atas berkat pengurus DPW PAN DKI Jakarta dan juga caleg-caleg, cuma kerja 2 tahun dari 2017, saya kebetulan diangkat 2017, itu alhamdulillah dalam kurun waktu 2 tahun mendapatkan apa yang saya sebutkan tadi, yaitu 9 kursi di DPRD dan 2 kursi di DPR RI,” ucap Eko.

PSI Oposisi

Sebagai partai baru, PSI langsung bergerak cepat. Setelah diumumkan ada 8 caleg lolos ke DPRD DKI Jakarta, partai yang diketuai oleh Grace Natalie ini langsung memerintahkan delapan orang tersebut melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa 14 Mei lalu.

Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar menerangkan, pelaporan LHKPN merupakan persyaratan untuk bisa dilantik. Sehingga pihaknya mewajibkan caleg yang dipastikan terpilih duduk di Kebon Sirih menyerahkan LHKPN kepada KPK.

Selain melaporkan LHKPN, Michael mengatakan PSI Jakarta juga mengajukan surat permohonan audiensi dengan pimpinan KPK. Audiensi itu untuk berdiskusi dan meminta masukan soal penerapan kode etik di KPK. ”Kami juga ingin bertemu dengan komisioner KPK intuk mempelajari kode etik yang dimiliki KPK. Kami sedang menyusun kode etik yang akan kami diterapkan ke Fraksi PSI,” sebutnya.

Tak hanya itu, kader PSI Jakarta juga menyampaikan surat penyataan bersedia disadap jika nanti duduk menjadi anggota legislatif. Hal itu untuk memastikan tidak ada komunikasi diam-diam yang dilakukan kader PSI yang duduk menjadi anggota legislatif.

”Ini cara dari kami untuk memastikan tidak ada komunikasi yang dilakukan diam-diam, tapi kalau nanti ada laporan dari masyarakat, dari ASN di DKI bila ada anggota yang lakukan pemerasan atau yang lain-lain kami akan panggil anggota tersebut,” ucap Michael.

Terkait poisis PSI, Michael terang-terangan akan menjadi oposisi terhadap pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kendati demikian, ia mengatakan, oposisi konstruktif untuk menilai kebijakan Gubernur Anies sesuai kinerja.

Selama ini, lanjut dia, yang dilakukan anggota legislatif sampai tingkat nasional sekadar mengkritisi pemerintahan. Untuk itu, PSI akan menjadi kritikus sekaligus mitra kerja Pemprov DKI Jakarta. ”Jadi kita mau duduk bareng dengan Pak Anies dengan jajarannya juga, kita juga enggak mau sekadar mengkritisi seperti oposisi di level nasional yang asal serang saja,” bebernya.

Selain itu, caleg yang melenggang ke Kebon Sirih dari PDIP juga didominasi nama-nama baru. Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memperkirakan sekitar 60 persen tokoh baru. ”Kira kira 60 persen caleg baru, banyak tokoh baru di DPRD, mudah-mudahan bisa bekerja sama dengan baik dengan kita,” ujar Prasetio yang juga kembali terpilih menduduki kursi DPRD beberapa waktu lalu.

Caleg baru yang akan menjadi anggota legislatif DKI diantaranya mantan penyanyi cilik Tina Toon. Pemilik nama asli Agustina Hermanto yang berusia 25 tahun itu maju sebagai caleg DPRD DKI di dapil Jakarta Utara 2.

Dalam hasil rekapitulasi suara oleh KPU DKI pada Jumat (17/5/2019), Tina Toon berhasil meraup 19.570 suara. Selain itu, ada nama Ima Mahdiah, yang maju di dapil 10 Jakarta Barat dengan nomor urut 4 berhasil mengumpulkan 30.591 suara. Keduanya bahkan menjadi caleg yang mengumpulkan suara terbanyak di antara caleg asal PDIP di dapilnya masing-masing.

Tetap Kritis

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan, parpol pendukung Prabowo-Sandi yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur tetap konsisten mengkritisi Gubernur DKI, Anies Baswedan meski menguasai perolehan kursi di Kebon Sirih, sesuai hasil Pileg 2019.

”Kami, Koalisi Indonesia Adil Makmur unggul 54 kursi di DPRD DKI, lawan kita meraih 52 kursi. Sebagai pemenang, kami tetap akan bersikap kritis terhadap semua kebijakan Gubernur Anies,” kata Taufik saat menggelar buka puasa bareng anggota DPRD, caleg DPRD, aktivis LSM, dan wartawan di kediaman pribadinya di kawasan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2019).

Lebih lanjut Taufik mengungkapkan, ke depan APBD DKI ditargetkan mencapai Rp 100 triliun. Karenanya, DPRD yang memiliki fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan memiliki tugas yang tidak ringan.

”Semua harus bersikap kritis terhadap kebijakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Jakarta. Koalisi Indonesia Adil Makmur akan terus bersikap aktif dan kritis,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.

Taufik juga meminta para aktivis dan pimpinan LSM Jakarta agar terus aktif menyuarakan kepentingan masyarakat luas. (wok)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Kivlan Zen Ajukan Penangguhan Penahanan ke Menhan

Megapolitan / DPRD Janji Juli Sudah Ada Wagub DKI yang Baru

Megapolitan / Kejar Aset Milik Pemprov, Pekan Depan DPRD Gelar Rapat Lagi

Nasional / Mabes Polri Ungkap Benda-benda Mematikan Aksi 21-22 Mei


Baca Juga !.