Megapolitan

Sekolah Pencetak Pelaut Andal

Redaktur:
Sekolah Pencetak Pelaut Andal - Megapolitan

UNGGULAN -Kepala SMKN 3 Pandeglang Susila mendampingi Dr.Ir. Bakrun, Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud memeriksa taruna sekolah itu belum lama ini. Foto///istimewa

indopos.co.id - SMK Negeri 3 Pandeglang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Labuan, jadi salah satu sekolah vokasi terbaik di Provinsi Banten. Dari tahun ke tahun, sekolah ini terus mencetak pelaut berkualifikasi internasional yang banyak bekerja di berbagai negara.

Sekolah yang memiliki jurusan nautika kapal penangkap ikan, teknik sepeda motor, agribisnis perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknik komputer dan jaringan ini pernah meraih ISO 9001. Yakni sertifikat mutu internasonal karena menerapkan sistem manajemen sesuai standar ruang lingkup penyedia jasa pendidikan dan pelatihan.

”Alumni SMKN 3 Pandeglang sudah banyak yang bekerja di perkapalan luar negeri, dan lulusan sekolah kami diincar negara lain. Karena pola pendidikan yang kami terapkan untuk menghasilkan siswa yang memiliki skill dan mampu berkompetensi di era global,” terang Susila, kepala SMKN 3 Pandeglang kepada INDOPOS, Rabu (22/5/2019).

Susila yang ikut membidani kelahiran SMKN 3 Pandeglang menceritakan cikal bakal berdirinya satu satunya sekolah vokasi Perikanan di Banten tersebut. Awalnya SMK Negeri 2 Pandeglang  membuka jurusan Perikanan, mengingat Kabupaten Pandeglang memiliki potensi perikanan dan pantai terpanjang di Jawa Barat.

”Itu terjadi pada 2001 lalu. Saat Provinsi Banten belum terbentuk,” ceritanya. Dua tahun kemudian, sekolah filial jurusan perikanan itu behasil mendirikan sekolah di Kecamatan Labuan. Tahun 2003, sekolah perikanan itu berdiri di atas lahan bekas Kantor Pertanian Provinsi Jawa Barat seluas 5,5 hektare.

Lahan itu awalnya dihibahkan ke Provinsi Banten oleh Pemprov Jawa Barat lantas dihibahkan lagi ke SMKN 3 seluas 2,2 hektare. Lalu oleh Bupati Pandegang saat itu, Dimyati Natakusumah menjadikan sekolah filial itu jadi SMKN 3 Pandeglang. Selanjutnya, sekolah vokasi ini membuka jurusan Nautika Perikanan Laut.

 Tujuannya menyiapkan pelaut terdidik dengan kemampuan menahkodai kapal penangkap ikan dengan ukuran gross ton 200. ”Jadi lulusan sekolah ini disiapkan untuk jadi awak kapal internasional. Jadi jangan heran, banyak alumni sekolah kami bekerja menjadi pelaut di negara Asia, Afrika, Australia,” terangnya juga.

Bahkan, katanya lagi, setiap tahun selalu ada seleksi lulusan SMKN 3 Pandeglang untuk memenuhi permintaan tenaga kerja pelaut dari Jepang, Korea dan Taiwan. Sekolah yang dulu dianggap sebelah mata itu kini diminati pelajar dari Lampung, Manado, Jogja, Bandung, Cirebon dan Singkawang.

”Bukan hanya siswa dari Banten. Sekolah kemaritiman penangkapan ikan di Banten itu cuma di SMKN 3 Pandeglang. Sekolah kami menjadi sekolah rujukan kemaritiman nasional,” cetusnya. Susila menambahkan, setelah pengelolaan SMA/SMK negeri diambil alih Pemprov Banten, laju perkembangan SMKN 3 Pandeglang kian pesat.

Lantaran adanya bantuan sarana dan prasarana sekolah, seperti ruang praktek siswa, ruang kelas, sehingga menjadikan SMKN 3 Pandeglang memiliki sekolah standar nasional. ”Sejak dua tahun belakangan ini, bantuan anggaran dari Pemprov Banten ke SMKN 3 Pandeglang besar pengaruhnya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Susila juga berharap, lamanya sekolah vokasi tidak lagi tiga tahun namun ditambah jadi empat tahun. Agar saat lulus, usia siswa sudah 18 tahun dan bisa bekerja sesuai usia dalam hukum ketenagakerjaan dan perburuhan internasional.

”Idealnya kelulusan SMKN itu empat tahun, sehingga saat lulus siswa bisa langsung bekerja sesuai usia hukum ketenagakerjaan dan hukum perburuhan internasional. Karena kalau SMK tiga tahun usia anak belum mencapai 18 tahun,” katanya.     

Ia menjelaskan, satu hal yang khusus di SMKN 3 Pandeglang yang jarang dimiliki oleh sekolah lain adalah pembinaan karakter peserta didik. Dengan latihan dasar disiplin korps dan bela negara, semenjak peserta didik baru memasuki hari pertama sekolah hingga kompeten sebagai taruna/ taruni SMKN 3 Pandeglang.

”Kami bekerjasama dengan para profesional dari TNI, Polri, pesantren, motivator dan mitra industri. Dengan pembinaan karakter inim, siswa menjadi samapta, percaya diri, disiplin, berkarakter, berkepribadian Indonesia dan berakhlaqul Karimah,” terangnya lagi.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Pandeglang, Holil Badawi mengaku bangga dengan berbagai prestasi yang berhasil dicapai SMKN 3 Pandeglang.

Dia berjanji akan terus men-support SMKN 3 Pandeglang menjadi sekolah kebangaan Provinsi Banten dalam mendukung program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam bidang pendidikan.”Jadi Pandeglang itu punya dua sekolah unggulan, yaitu CMBBS (Cahaya Madani Banten Boarding School) dan  SMKN 3 Pandeglang,” terangnya. (yas)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Belum Bayar Rp 1,2 Juta, Ijazah Siswa SMP Ditahan

Megapolitan / Tiga Siswa Berlaga di Olimpiade Sains Internasional

Megapolitan / Rajin Sidak, Lihat Kondisi Nyata Sekolah

Megapolitan / Sisihkan Ratusan Pelajar Asing, Diundang ke Amerika 

Megapolitan / Sediakan Beasiswa Bagi Lulusan SMA

Megapolitan / Wujudkan Siswa Berakhlakul Karimah


Baca Juga !.