Megapolitan

Tiga Siswa Berlaga di Olimpiade Sains Internasional

Redaktur:
Tiga Siswa Berlaga di Olimpiade Sains Internasional - Megapolitan

BERPRESTASI-Tiga siswa SMAN 2 Tangsel yang akan berlaga di ajang internasional. Foto///tumpak m tampubolon/indopos

indopos.co.id - Dalam waktu dekat ini, tiga siswa SMA Negeri 2 Tangerang Selatan (Tangsel) akan berlaga di Olimpiade Sains Internasional Tahun 2019 . Tiga siswa yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu akan berlaga di dua negara. Ketiganya terpilih karena memahami ilmu geografi dan kebumian.

Kepala SMAN 2 Tangsel Neng Nurhemah mengatakan, tiga siswanya yang akan ikut lomba bergengsi itu masing-masing bernama Amalia Arifia Wardah, Muhammad Farran Radhi, dan Arvin Rafi Muhammad.

Ketiganya terpilih mewakili Indonesia di Olimpiade Sains Internasional 2019 setelah lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Banten. Bahkan siswanya itu akan beradu ilmu dalam OSN tingkat nasional pada 30 Juni-6 Juli 2019 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara.

”Ketiganya terpilih menjadi wakil Indonesia dalam lomba bergengsi tingkat internasional. Karya mereka itu masuk nominasi saat uji seleksi tingkat provinsi. Sangat bangga kami punya siswa berprestasi seperti mereka ini," katanya, Rabu (22/5/2019).

Dijelaskan Nurhemah juga, ketiga siswanya itu akan berlaga di dua pertandingan di dua negara. Amalia Arifia Wardah dan Muhammad Farran Radhi akan mengikuti lomba bidang geografi pada International Geography Olympiad (IGeO) 2019 di Hong Kong. Sedangkan Arvin Rafi Muhammad akan menunjukkan kemampuannya di bidang ilmu kebumian pada International Earth Science Olympiad (IESO) 2019 di Korea Selatan.

Kepastian itu didapat usai pihak sekolah mendapatkan surat pemberitahuan dari Kemendikbud.

”Februari lalu surat ini kami terima. Sempat kaget lah, karena mereka terpilih, dan temuan mereka ini mengalahkan banyak siswa berprestasi di Tanah Air. Jadi kami harus mempersiapkan mereka agar menjuara lomba bergengsi ini," paparnya.

Tak sampai disana, Nurhemah mengaku, berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud Nomor 747/D4/KP/2019 ketiga siswanya itu mendapatkan pelatihan di beberapa tempat. Yakni dua minggu lebih mengikuti pembinaan di Cherry Homes Hotel (Bandung) dan dua minggu melakukan pelatihan di University Hotel Yogyakarta. Pembinaan itu dilakukan langsung oleh tim dari Kemendikbud.

”Tujuannya untuk meningkatkan mutu pengetahuan mereka pada bidang sains yang akan dipertandingkan. Jadi begitu berangkat mereka sudah siap menguasai meteri lomba ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap.

Terpilihnya siswa SMAN 2 Tangsel berlaga di olimpiade sains internasional bukan hal baru.

Sebab, hampir setiap tahun siswa sekolahnya tersebut acap kali selalu memiliki Provinsi Banten dalam berlaga di ajang nasional dan internasional. ”Setiap tahun selalu ada siswa moonzher yang terpilih. Mudah-mudahan tahun ini mereka membawa pulang piala untuk bangsa dan negara,” ujarnya lagi.

Dikatakan Nurhemah, keberhasilan siswanya dalam meraih prestasi tak lepas dari cara kerja para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswa SMA Negeri 2 Tangsel. Pendekatan emosional dan tehnik pengajaran modern membuat para siswa di sekolah itu berlomba-lomba mengukir prestasi.

Di tempat yang sama, Arvin Rafi Muhammad mengatakan siap memenangkan lomba kebumian pada International Earth Science Olympiad (IESO) 2019 di Korea Selatan pada November 2019 nanti. Kata dia, beberapa temuan baru yang di dapatkannya dari pembinaan akan dapat mengalahkan peserta lomba dari negara lain.

Alasannya temuan itu belum pernah di-publish oleh siswa lain. ”Setelah lomba ini baru saya dapat ceritakan apa temuan sains yang akan diajukan ke juri. Saya juga di sekolah dan rumah terus melakukan kajian agar tidak salah menerangkan temuan saya kepada juri. Harapan pertama saya adalah mengalahkan peserta lain dan membawa piala sains internasional ke Indonesia," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Taryono menuturkan, upaya yang dilakukan SMA Negeri 2 meningkatkan mutu pendidikan patut diacungi jempol. Sebab, sekolah ini mengantarkan Kota Tangsel sebagai wilayah dengan banyak siswa yang mengukir prestasi dari dunia pendidikan.

Bahkan pihaknya mendaulat SMA Negeri 2 Tangsel sebagai sekolah percontohan tingkat SMA di wilayah tersebut. ”Sekolah swasta bisa ke SMA Negeri 2 untuk bertukar ilmu. Kami sudah rekomendasikan agar sekolah lain bisa mencetak siswa berprestasi,” terangnya. (cok)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Belum Bayar Rp 1,2 Juta, Ijazah Siswa SMP Ditahan

Megapolitan / Rajin Sidak, Lihat Kondisi Nyata Sekolah

Megapolitan / Sekolah Pencetak Pelaut Andal

Megapolitan / Sisihkan Ratusan Pelajar Asing, Diundang ke Amerika 

Megapolitan / Sediakan Beasiswa Bagi Lulusan SMA

Megapolitan / Wujudkan Siswa Berakhlakul Karimah


Baca Juga !.