Megapolitan

Jalur Alternatif Mudik Dikuasai ’Pak Ogah’

Redaktur: Syaripudin
Jalur Alternatif Mudik Dikuasai ’Pak Ogah’ - Megapolitan

JALAN KABUPATEN - Jalan Raya Sasakpanjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, yang kondisinya rusak parah. Foto: Sofiansyah/radar bogor/indopos group

indopos.co.id - Musim mudik Lebaran mulai terasa. Sayangnya, data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih ada 483,909 kilometer (km) ruas jalan di Kabupaten Bogor yang kondisinya masih rusak.

Jumlah jalan rusak tersebut terbagi dari berbagai kategori kerusakan. Sepanjang 246.180 km rusak sedang, 114.342 km rusak ringan, dan 123.387 km rusak berat. Sementara total ruas jalan yang ada di Kabupaten Bogor sepanjang 1.748.915 km.

Dari total 458 total ruas jalan yang ada di Kabupaten Bogor, hanya 89 ruas yang kondisinya dalam keadaan baik. Sisanya rusak dalam berbagai kategori tadi. Data tersebut diambil dari akhir Desember 2018 lalu, hingga saat ini.

”Kalau jalur mudik di Kabupaten Bogor kan sebenarnya, jalan nasional atau provinsi, lebih dominan. Kalau jalan kabupaten kebanyakan jadi alternatif,” terang Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Anwar Anggana kepada Radar Bogor (INDOPOS Group), Kamis (23/5/2019).

Anwar juga mengklaim, kondisi ruas jalan alternatif yang ada saat ini memang masih laik untuk dilewati.

Cuma memang para pemudik yang melintas di jalur alternatif harus merogoh kocek karena dipastikan akan banyak ‘pak ogah’.

”Jalur utama itu semua jalur nasional atau provinsi. Seperti di Jalan Raya Puncak itu jalan nasional, Leuwiliang sampai Jasinga itu jalur provinsi, Kemang – Parung itu juga jalan provinsi,” sambungnya.

Begitupun dengan jalur Puncak Dua atau poros Timur di Jonggol-Cariu-Sukamakmur, itupun jalan yang jadi kewenangan provinsi. Yang menjadi fokus saat ini, kata Anwar juga, adalah pemeliharaan berbagai jalur alternatif sebagai penghubung ke jalan nasional atau provinsi.

”Beberapa ruas sedang berlansung sekarang ini. Kalau hotmix itu kan memang harus dilelangkan,” kata Anwar lagi. Namun, Anwar pesimis perbaikan jalan untuk persiapan mudik ini bisa selesai dengan waktu yang sangat singkat ini.

Sementara pekan depan, sudah merupakan pekan terakhir bulan Ramadan. Dimana biasanya arus mudik sudah mulai terlihat. Meskipun Bogor hanya dianggap sebagai jalur lintasan saja. ”Perkiraan anggaran perbaikan jalan ini juga hanya di bawah Rp 200 miliar,” tukasnya. (dka/c)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.