Headline

Miris, Istri Digadaikan Rp 250 Juta Berakhir Bunuh-bunuhan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Miris, Istri Digadaikan Rp 250 Juta Berakhir Bunuh-bunuhan - Headline

ANEH- Hori (tengah), tersangka pembunuhan dan penggadaian istri diringkus Tim Cobra Polres Lumajang, Jawa Timur.FOTO:IST

indopos.co.id - Warga Kabupaten Lumajang Jawa Timur digegerkan dengan berita pembunuhan berencana di Dusun Argomulyo, Desa Sombo, Kecamatan Gucialit. Ironisnya, korban pembunuhan dengan motif utang piutang tersebut belakangan diketahui salah sasaran.

”Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya. Saya akan dalami motif sebenarnya. kasus ini bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan di balik ini, dimana pelaku menggadaikan istrinya sendiri. peristiwa ini tentu diluar nalar kita. Karena sepamahaman kita selama ini yg digadaikan adalah barang berharga tapi untuk kasus ini yang digadaikan adalah sang istri. Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama,”  ungkap Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban (12/6/2019).

Arsal mengatakan, tersangka diketahui bernama Hori bin Suwari, 43, Warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Tersangka sendiri mulanya nekat ingin membunuh seseorang bernama Hartono, 40,  warga Desa Sombo, Kecamatan Gucialit terkait utang piutang. Namun tersangka salah sasaran dengan membunuh orang lain yang bernama Muhammad Toha, 34, warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit.

Kasus tersebut berawal dari tersangka Hori meminjam uang kepada Hartono Rp 250 juta. Anehnya, istri Hori, berinisial R dijadikan jaminan atau digadaikan kepada  pemberi pinjaman. Hori menyerahkan istrinya ke Hartono sampai dirinya mampu melunasi utangnya.

Setelah setahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang, bukan diganti sebidang tanah.

Karena kecewa, akhirnya Hori merencanakan pembunuhan. Dia mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo Gucialit. Saat melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban. Tapi setelah itu pelaku keget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara. ”Setelah kami introgasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan. Namun ternyata salah target, selanjutnya pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ucap Hasran.(dni)
 
 
 

 
 

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Sering Dicaci Maki, Suami Bunuh Istri

Megapolitan / Habis Membunuh, Langsung Bunuh Diri

Megapolitan / Tolak Eksepsi, JPU Ngotot Pembunuh Satu Keluarga Dihukum Mati

Megapolitan / Dipicu Cinta Segitiga, Eljon Tewas Dibunuh Saingan

Megapolitan / Mabes Turun Tangan, Penyidik Pembunuhan Diganti


Baca Juga !.