Lifestyle

Sering Kesemutan, Waspada Kanker Tulang

Redaktur:
Sering Kesemutan, Waspada Kanker Tulang - Lifestyle

KUAT-Pasien kanker anak yang sedang mendapatkan motivasi dari tenaga medis yang merawat mereka. Foto; dok.indopos

indopos.co.id - Kanker tulang termasuk penyakit yang tergolong langka dan sulit disembuhkan. Kanker ini terjadi akibat adanya sel tulang yang bertumbuh tidak normal. 

Penyakit ini dapat dialami sejak usia anak hingga dewasa terutama pada perempuan usia produktif, yaitu usia 21-35 tahun. Sedangkan untuk anak-anak yang memiliki riwayat kanker pada retina atau selaput jala mata (retinoblastoma) dan melakukan terapi sejak kecil mempunyai risiko terkena kanker tulang.

Penyebab kanker tulang sampai saat ini masih belum diketahui. Namun, kata Manager Medical Underwriter Sequis dr Fridolin Seto Pandu, kanker tulang biasanya terkait faktor genetik. 

Misalnya, jika keluarga memiliki sindrom Li-Fraumen (disebabkan kesalahan gen yang diwarisi dari orang tua), penyakit Paget atau tulang rapuh akibat jaringan tulang baru secara perlahan menempati jaringan tulang lama (Paget’s disease), riwayat kanker mata (Retinoblastoma), dan ada riwayat penyakit lainnya yang berkaitan dengan paparan sinar radiasi tinggi, maka risiko terkena kanker tulang akan lebih besar.

Ada beberapa kanker tulang yang dikenal, yaitu kanker tulang primer yang terbentuk dari sel-sel tulang dan pertama kali muncul di jaringan tulang. Misalnya, Osteosarcoma (osteogenic sarcoma) yang berasal dari sel tulang. 

Kanker tulang ini paling agresif dan paling banyak ditemukan. Terutama pada pria usia 10-30 tahun. Ada juga jenis lainnya yang disebut Chondrosarcoma, berasal dari tulang rawan.

Jenis ini lebih sering ditemukan pada perempuan usia di atas 40 tahun.

Selanjutnya, kanker Sarcoma Ewing, berkembang di tulang dan dapat juga berawal dari jaringan atau organ lain. Jenis ini banyak ditemukan pada usia anak hingga dewasa muda.

Kanker tulang juga bisa merupakan kanker sekunder atau metastasis yang awalnya terjadi di sel atau jaringan lain di tubuh kemudian menyebar ke tulang. Mulai dari kanker prostat, payudara, usus, dan paru kemudian menyebar ke tulang.

''Kanker tulang termasuk sulit dideteksi dini. Akan tetapi, jika ada keluhan nyeri pada tulang tertentu yang tidak kunjung sembuh dan semakin nyeri ketika beraktivitas, seperti tulang lengan atas dekat bahu, tungkai bawah (dekat lutut), tungkai atas, panggul, terjadi penurunan berat badan secara drastis, atau badan terasa makin lemah maka sebaiknya segera periksa ke dokter,'' ujarnya. 

Ciri lain yang harus diwaspadai, seperti tangan atau kaki sering terasa dingin dan kesemutan hingga mati rasa. Jika sakit pada tulang tersebut memang ternyata terkena kanker dan dibiarkan dapat terjadi pembengkakan di area persendian.

Sehingga akan sulit untuk digerakkan dan nantinya akan semakin melemah, rapuh, dan berisiko pada terjadinya patah tulang. ''Ada juga yang mengira jika keseleo atau terkilir dapat menjadi pencetus kanker tulang. Kita tidak bisa juga mengabaikan hal ini. Tetapi sebaiknya ketika terjadi risiko sakit pada tulang jangan diabaikan. Biasanya dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan lanjutan, terutama jika terjadi kelemahan dan mudah patah pada anggota badan yang keselo atau terkilir tersebut,'' ungkapnya. 

Apakah jika terjadi risiko kanker tulang, misal pada kaki lalu harus diamputasi? Menurut dr.Seto amputasi bisa menjadi solusi penyembuhan tetapi tidak semua kanker tulang harus diamputasi. ''Amputasi merupakan tindakan pembedahan untuk menghilangkan sebagian atau seluruh angota tubuh dalam hal ini tangan atau kaki yang mengandung  tumor agar tidak ada penyebaran lebih jauh. Amputasi akan dilakukan oleh dokter berdasarkan stadium, lokasi, dan penyebaran kanker tulang, yaitu jika kanker telah menyebar ke area lain di sekitar tulang,'' jelasnya.

Dokter Spesialis Bedah Tulang, Konsultan Panggul & Lutut OMNI Hospital Alam Sutera dr Moch Nagieb, MD, SpOT (K) mengatakan, dugaan kanker tulang pada pasien akan dilakukan dokter melihat sejumlah gejala yang disebutkan sebelumnya. Namun, untuk memastikannya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. 

"Biasanya, pada diagnosa medis, dokter akan melakukan anamnesis (menganalisa informasi riwayat kesehatan pasien), melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti x-rays untuk melihat lokasi, ukuran, serta bentuk dari kanker. Bisa juga menggunakan bone scan, ct scan, ataupun Magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat ukuran kanker dan sejauh mana penyebarannya di dalam atau area sekitar tulang,'' paparnya.

Selain itu, kata dia, untuk menegakkan diagnosis kanker tulang, dokter bisa melakukan biopsy. ''Biopsi dilakukan untuk menentukan jenis kanker tulang dan stadiumnya dengan cara mengambil sedikit jaringan tulang yang terkena kanker untuk diteliti lebih lanjut dengan menggunakan mikroskop,'' imbuhnya. 

Selain biopsi, ada juga pemeriksaan lain yang akan dilakukan, seperti pemeriksaan darah untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan enzim alkaline phosphatase (enzim yang diproduksi oleh hati dan sebagian oleh tulang) dan laktat dehidrogenase (enzim yang ada di jaringan tubuh untuk membantu memproduksi energi). Setelah dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis kanker tulang, dokter akan melakukan tindakan lanjutan sesuai dengan jenis dan stadium kanker tulang tersebut. (dew)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Jangan Coba-Coba Merokok di Usia Muda

Lifestyle / Dukungan Keluarga Obat Mujarab Pasien Kanker


Baca Juga !.