Lifestyle

Pasang Surut Pedagang Kerak Telur di PRJ

Redaktur: Novita Amelilawaty
Pasang Surut Pedagang Kerak Telur di PRJ - Lifestyle

Pedagang kerak telur membuat pesanan pembeli di Pekan Raya Jakarta Kemayoran belum lama ini. Foto ANTARA/ Livia Kristianti

indopos.co.id - Penjualan makanan khas Betawi yaitu kerak telur di Pekan Raya Jakarta Kemayoran mengalami pasang surut pada 2019.

kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah pedagang kerak telur yang selalu mengikuti acara tahunan yang diadakan di JIE Expo Kemayoran.

"Naik turun untuk penjualannya, tahun ini kacau lah," kata pedagang kerak telur Adi di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Pada tahun lalu Adi mendapatkan keuntungan yang hampir sama besar setiap hari sehingga dapat menutup modalnya berjualan.

Berbeda sekali dengan yang dirasakannya tahun ini sehingga berpotensi merugi.

"Sekarang cuma  Senin saja bisa dapat Rp2.000.000, hari biasa sih cuma Rp500.000 paling, ga tau deh bisa nutup modal atau tidak," kata pria yang sudah rutin berjualan kerak telur selama 9 tahun setiap Jakarta Fair diselenggarakan.

Penjual kerak telur lainnya Iwan mengeluhkan hal yang serupa. “Iya pokoknya selain hari Senin, hancurlah dagangan saya tidak laku," kata pedagang kerak telur yang berasal dari Mampang ini.

Iwan mengatakan harga tiket masuk ke PRJ Kemayoran berpengaruh pada naik dan turunnya penghasilan yang ia dapatkan dari berjualan kerak telur.

"Kalau Senin murah Rp25.000 saja, jadi bisalah saya dapet Rp2.000.000. Kalau hari biasa buat beli bahannya aja ga nutup," kata pria keturunan Betawi itu.

Selain Adi dan Iwan, pedagang kerak telur lainnya Ali merasakan pasang surut penjualan kerak telurnya. “Tanya deh ke seluruh pedagang di sini, pasti pada naik turun penjualannya tahun ini. Tidak stabil dan bisa rugi," kata Ali.

Ali menjelaskan faktor lainnya yang menyebabkan naik turunnya penjualan kerak telur tahun ini yaitu harga kerak telur yang tidak berubah tidak diimbangi dengan naiknya bahan produksi.

"Waktu 2018, kelapa harganya Rp7 ribu per kilogram, tahun ini jadi Rp20 ribu per kilogram. Kan ga nutup tuh padahal kerak telurnya tetap Rp25 ribu per porsi," kata pria berambut ikal itu.

Atas kejadian ini, para pedagang berharap tahun selanjutnya pengelola Jakarta Fair menetapkan harga tiket masuk yang sama untuk seluruh hari.

Hal ini diharapkan dapat membuat penjualan kerak telur kembali stabil dan tidak merugi seperti tahun- tahun sebelumnya. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Pengunjung Jakarta Fair Tambah Ramai

Indotainment / Kygo Gelar Konser Perdana di Indonesia

Jakarta Raya / Lapangan Kerja Bertambah Saat Digelar PRJ

Jakarta Raya / Berburu Sajian Berbuka Puasa di Jakarta Fair


Baca Juga !.