Megapolitan

Guru SMA di Jakut Dilatih Siaga

Redaktur:
Guru SMA di Jakut Dilatih Siaga - Megapolitan

Foto: Net

indopos.co.id - Pengetahuan tanggap bencana sejak dini sangat penting. Sebab, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun Taruna Siaga Bencana (Tagana). Melainkan tanggung jawab semua pihak tak terkecuali bagi para guru dan pelajar.

Oleh karena itu, wawasan tentang kebencanaan harus diketahui sejak dini. Dalam hal ini, Taruna Siaga Bencana (Tagana) wilayah Jakarta Utara yang menggelar Tagana Goes To School di SMA Negeri 73 Jakarta, yang terletak di Jalan Cakung Cilincing Raya, No.1, Semper Timur pada Jumat (14/6/2019).

Merupakan salah satu upaya peningkatan kesiapsiagaan di masyarakat, khususnya di sekolah yang dinilai rentan bencana. Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan tanggap bencana seperti pelatihan evakuasi mandiri dari bencana gempa, membuat tenda, serta pengelolaan dapur umum mandiri.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tagana Jakarta Utara, Rokhman, usai menghadiri acara tersebut. Rokhman menuturkan, para guru dilatih dengan simulasi menghadapi bencana gempa. Mengingat SMAN 73 Jakarta ini berlantai tiga. Pelatihan dibuat agar guru bisa mengamankan diri dan melakukan evakuasi secara mandiri dari gedung berlantai. Hal ini untuk mengurangi risiko bencana. ”Kalau sudah tanggap, bisa berbagi ilmunya ke siswa dan siswinya,” tutur Rokhman.

Disamping itu, para guru juga diberi pembekalan cara mendirikan tenda, hingga pengelolaannya. Tidak ketinggalan, pembekalan mengenai dapur umum mandiri juga menjadi salah satu materi menarik untuk disampaikan.

”Di sini dijelaskan bagaimana kita mengoperasikan dapur umum secara baik, secara mandiri dan juga mengaktifkan atau menggunakan alat-alat dapur umum,” lanjut Rokhman.

Rokhman melanjutkan, ada beberapa hal tentang prosedur keamanan yang menjadi catatan untuk diperhatikan pihak sekolah, yakni mengenai warning system (peringatan dini) serta jalur evakuasi yang belum tersedia.

”Tadi di akhir acara, kami memberi masukan kepada pihak sekolah agar dibuat warning system dan membuat jalur evakuasi dengan baik. Mereka sudah sepakat, dalam waktu dekat akan memetakan untuk jalur evakuasi, sewaktu-waktu bencana terjadi,” pungkasnya.

Diharapkan dengan adanya pelatihan tanggap bencana ini, sambungnya, para guru dapat menyampaikan pengetahuan kepada para murid, keluarga hingga masyarakat, sehingga mereka berperan serta dalam penanganan bencana.

”Harapannya, pihak sekolah terinfokan tentang tanggap bencana secara mandiri, nanti juga mereka bisa transfer ilmu ke murid-muridnya. Sehingga nantinya, diharapkan pengetahuan mereka, baik guru maupun murid-muridnya, dapat bermanfaat saat mereka berada di sekolah, keluarga ataupun di lingkungan masyarakat,” harapnya. (ibl)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.