Politik

PDIP Diminta Tidak Monopoli Menteri di Kabinet Jokowi Jilid II

Redaktur: Nurhayat
PDIP Diminta Tidak Monopoli Menteri di Kabinet Jokowi Jilid II - Politik

indopos.co.id - Koalisi partai politik yang dibangun oleh kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinilai cukup solid dan berhasil menghantarkan capres dan cawapres nomor urut 01 itu memenangi Pilpres 2019, hasil putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Direktur eksekutif  Prestigious Political Communication Studies (P2CS) Syaifuddin mengungkapkan, meski sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) masih berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) namun ia menilai hasil dari gugatan tersebut tidak jauh dari keputusan KPU. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan kembali menjadi orang momor satu di negeri ini.

Untuk itu, di periode ke dua pemerintahan Jokowi,  jatah menteri di kabinet Partai Golkar perlu adanya penambahan. Hal itu untuk peningkatan dinamika daripada kepemimpinan Jokowi, utamanya terhadap partai oposisi.

“Jadi, Jokowi juga harus berlaku adil terhadap Golkar yang sekarang posisinya memperoleh kursi terbesar ke dua di DPR Pusat dan peringat ke tiga pada level nasional,” ujar Syaifuddin kepada wartawan, Kamis (20/6/2019).

Wakil Ketua Umum I Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) UNPAD ini menuturkan, peran Partai Golkar pada Pilpres 2019 dinilai sangat strategis dalam keberpihakannya mendukung program pemerintahan Jokowi pada periode pertama.

“Terkait jatah kursi di menteri, jangan sampai dicampuradukan dengan isu persoalan di internal Golkar. Biar saja friksi yang terjadi di internalnya biar Golkar yang menyelesaikannya,” ucap Syaifuddin.

Menurutnya, jangan sampai jatah kursi di kabinet Jokowi jilid II ini dimonopoli oleh PDIP. Sehinggga hubungan partai koalisi pendukung Jokowi pada Pilpres 2109 dapat terjaga dengan baik hingga akhir jabatannya nanti.

“Jadi, kalau Goklar dan PDIP dan partai lainnya yang tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf tetap solid dan diberikan jatah kursi sesuai dengan porsinya,  maka pemerintahan Jokowi ke depan akan kuat. Pada akhirnya, celah partai oposisi untuk  bermanuver tentunya akan sulit,” tutur dosen pascasarjana ini. (yay)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Hakim MK Minta Kuasa Hukum PDIP Tidak Cerewet

Headline / Politisi Profesional Dipertahankan di Kabinet

Nasional / Kementerian Desa Bakal Jadi Rebutan Partai

Headline / PKB Serahkan 10 Nama Menteri, Tidak Termasuk NU

Politik / Kursi Menko Perekonomian Catut Dua Nama Usulan PDIP

Politik / Puan Sebut Posisi Ketua DPR Diputuskan Ketum PDI Perjuangan


Baca Juga !.