Internasional

MUET Edukasi Pelajar Masuk Universitas di Malaysia 

Redaktur: Darul Fatah
MUET Edukasi Pelajar Masuk Universitas di Malaysia  - Internasional

AKSES PENDIDIKAN - MUET (Malaysian University English Test) mengedukasi para pelajar antar bangsa sebagai prasyarat masuk ke University di Malaysia. Pada kegiatan perkenalan MUET hadir di Indonesia pada tanggal 26-29 Juni 2019 di K-Link Tower Jakarta, hadir Dato' Radzi bin Saleh, K-Link President Director, En Adnan bin Husin, MPM Deputy CEO, Harris Mior Harun, EMI Director dan Duta Besar Malaysia-Indonesia, Zainal Abidin Bakar, Rabu (26/6/2019). Foto; iqbal/indopos

indopos.co.id - Sebagai prasyarat para pelajar antarbangsa masuk ke Universitas di Malaysia, MUET (Malaysian University English Test) hadir di Indonesia pada tanggal 26-29 Juni 2019. MUET ke Jakarta, tak ayal hadir melalui kolaborasi strategik Education Malaysia Indonesia (EMI), Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta bersama Majlis Peperiksaan Malaysia (MPM), Kementerian Pendidikan Malaysia.

Dato' Radzi bin Saleh, K-Link President Director menuturkan, Indonesia seperti negara kedua baginya. Untuk kali pertama, MUET diadakan di luar negara Malaysia. Dengan kelulusan dari Kementerian Pendidikan Malaysia untuk memberikan kesempatan para pelajar antarbangsa mendapatkan MUET sebagai pra-syarat.

Para pelajar masuk ke Universiti di Malaysia, selain IELTS dan TOEFL, maka sudah tiba masanya MUET dikelola di luar negara. "Sebenarnya jika menceritakan popular. Sebenarnya sekolah itu menitikberatkan pendidikan dunia, yang cerdas, pemahaman Agama karena penting Agama adalah pakaian kita agar aman kita terapkan dan ini sebagai edukasi, kurikulumnya," tutur dia, Rabu (26/6/2019). 

Untuk kurikulum, merupakan integrasi kurikulum Barat dan Timur. Di mana kurikulum UK Based (International Oxford-AQA) digunakan bersama-sama kurikulum Pengajian Islam dari Universiti Sultan Azlan Shah, Malaysia dan Madina Institute, USA. 

Dalam kesempatan yang sama, En Adnan bin Husin, MPM Deputy CEO menambahkan, MUET sendiri mempunyai 4 komponen penilaian yaitu Listening, Speaking, Reading dan Writing dengan persentase bobotnya masing-masing 15 persen, 15 persen, 40 persen dan 30 persen.

"Untuk Markah aggregate daripada penilaian keseluruhan komponen akan dinilaikan kepada peringkat band. Terdapat 6 peringkat band dengan yang tinggi adalah band 6 (Highly Proficient User). Bagi syarat minimum kemasukan kebanyakan Universiti di Malaysia adalah band 3 yaitu Modest User dan band 4 (satisfactory user)," sambung dia. 

Sedangkan di Jakarta, sambung dia, MUET dilaksanakan di Knowledge Link Intercultural School (KLIS), K-Link Tower. Pemilihan lokasi ini adalah hasil kerjasama erat diantara pihak kedutaan dan K-Link, yaitu bersama penggagasnya Dato' Radzi bin Saleh yang menawarkan fasilitas tersebut. "Kelebihan kita adalah siapa yang belajar dengan KLIS akan dibimbing ilmu dunia dan ilmu agamanya. Awalnya ada tesnya kita ada ke arah itu," tambah Radzi. 

Perlu diketahui, KLIS baru menyatu dengan K-Link di 2019 ini menyasar para pelajar dari anak-anak kedutaan negara asing yang ada di Jakarta dan juga ekspatriat. "Saat ini ada 70 orang yang berminat, bukti warga Indonesia berminat melanjutkan pelajaran ke Malaysia dengan kisaran biaya peperiksa Rp 2 juta sebagai tiket pelajar antara bangsa melanjutkan pelajaran ke Malaysia," kata dia. 

Untuk ongkosnya jumlah biaya untuk mengambil MUET, harganya masih promosi. Tetapi untuk masa yang akan datang, harganya sama dengan di Indonesia. Meskipun belum diputuskan. "Karena masih promosi," ulas dia lagi. 

Sebanyak 170 ribu mahasiswa asing di Malaysia berasal dari 160 negara di dunia. Sebanyak 11 ribunya berasal dari Indonesia. "Target kita 20 ribu setiap tahun. Kenapa Indonesia yang dipilih, tentunya kita lihat permintaannya tinggi, ini menjadi acuan, lebih terjangkau tetapi tidak ada kompromi dari segi kualitasnya," kata Radzi. 

"Awalnya kita target Cina karena besar, tetapi datang perwakilan Indonesia ke majelis, maka kita laksanakan dulu di Indonesia. Sementara, Cina masih dalam proses," tambah dia.

MUET, dalam Bahasa Inggris yang berbeda untuk Malaysia?. Diterangkannya, standardnya masih global, tiada kompromi dari segi kualitas. "Namun tetap yang menjadi pembicara orang dari kita sendiri," sambung Harris Mior Harun, EMI Director. 

Pada 2021, program ini akan diperkenalkan di Indonesia dan akan digunakan di mana-mana. "Jadi, ini meningkatkan hubungan erat kerja sama Malaysia dan Indonesia. Meningkatkan bidang pelajaran lebih maju di Indonesia di mana ada pertukaran pelajar, 4 ribu pelajar Malaysia ke Indonesia menuntut ilmu dan 11 ribu pelajar Indonesia di Malaysia. Kita coba wujudkan sinergitas supaya kedua negara mencapai win-win solution. Kita harapkan mereka mengerti pekerjaan di Indonesia. Di perdagangan dan ekonomi rantau Asian," ujar Duta Besar Malaysia di Jakarta Zainal Abidin Bakar. 

Harapannya, tambah Zainal, Indonesia yang sedang mencapai ekonomi yang baik. Dan dapat meningkatkan ekonomi Malaysia dalam bidang yang lainnya. (ibl) 

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Pendaftar Membludak, SMAN 1 Petir di Kabupaten Serang Butuh RKB

Lifestyle / Mau Anak Pede di Hari Pertama Sekolah? Coba Tips ini

Nasional / Satgas Zonasi Pendidikan untuk Bantu Pemerintah Daerah

Nasional / Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Pendidikan

Viral / Viral, Sekolah Ini Punya Tangga Khusus Perempuan


Baca Juga !.