Internasional

Menurut Peneliti, London Akan Miliki Iklim Sama dengan Barcelona pada 2050

Redaktur: Heryanto
Menurut Peneliti, London Akan Miliki Iklim Sama dengan Barcelona pada 2050 - Internasional

Hampir 80 persen kota-kota di dunia akan menghadapi perubahan iklim dramatis yang berpotensi menyebabkan kerusakan.

indopos.co.id - London akan memiliki iklim yang sama dengan Barcelona dalam waktu tiga dekade. Para peneliti mengatakan, perubahan tersebut disa disertai dengan kekeringan parah.

Sedangkan Madrid akan terasa seperti Marrakesh, sebuah kota di Maroko, pada 2050, dan Stocholm akan terasa seperti Budapest, menurut sebuah laporan tentang kemungkinan dampak dari krisis iklim.

Di seluruh dunia, kota-kota yang saat ini berada di zona beriklim sedang atau dingin di bumi bagian utara akan menyerupai kota-kota yang berjarak 1.000 km lebih dekat dari garis khatulistiwa. Hal itu tentu akan memberikan dampak pada kesehatan dan infrastruktur.

Kekurangan air akan mempengaruhi sejumlah kota di daerah beriklim sedang akibat pemanasan global. Delapan dari sepuluh kota akan mengalami perubahan dramatis, menurut penelitian terhadap 520 kota besar yang diterbitkan dalam jurnal Plos One.

Barcelona pernah terkena dampak kekeringan ekstrem lebih dari 10 tahun lalu. Kekeringan yang membahayakan banyak penduduk dan mengakibatkan puluhan juta euro dihabiskan untuk mengimpor air minum. “Kemungkinan besar London dan kota-kota di lintang yang sama akan mengalami masalah serupa di masa depan,” ungkap para peneliti.

Di antara temuan paling mengkhawatirkan adalah bahwa penduduk di seperlima kota, termasuk Jakarta, Singapura, Yangon, dan Kuala Lumpur, secara global akan mengalami kondisi yang belum pernah terlihat di kota-kota besar di dunia.

“Tingkat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mengejutkan saya,” kata Tom Crowther, pendiri Crowther Lab di Swiss yang melakukan penelitian tersebut.

“Ini adalah kondisi lingkungan yang tidak dialami dimanapun di planet ini, saat ini. Itu berarti akan ada tantangan politik baru, tantangan infrastruktur baru yang belum pernah kita hadapi sebelumnya,” kata Crowther, pada the Guardian

Curah hujan akan menjadi masalah khusus untuk kota-kota tersebut, dimana banjir eksterem menjadi lebih umum dan kekeringan akan terjadi lebih sering dan lebih parah.

“Kami sama sekali tidak siap untuk semua ini. Perencanaan untuk perubahan iklim harus dimulai sejak kemarin. Semakin cepat dimulai, semakin sedikit dampaknya,” katanya.

Kekhawatiran tentang kurangnnya kesiapan dunia untuk dampak pemanasan global semakin meningkat diantara para ahli.

Mami Mizutori, perwakilan khusus sekretaris jendral PBB untuk penanggulangan risiko bencana pekan lalu mengatakan pada the Guardian, bencana krisis iklim terjadi pada tingkat satu minggu, tetapi negara-negara tersebut tidak berinvestasi dalam membuat infrastruktur perkotaan lebih tahan terhadap perubahan tersebut.

Rabu (10/7/2019), Komite Perubahan Iklim Inggris menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa pemerintah sama sekali tidak siap menghadapi kemungkinan dampak dari krisis iklim. Salah satu tujuan dari makalah ini adalah untuk menggambarkan masalah besar yang dihadapi dunia sebagai akibat dari darurat iklim.

“Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa data dan fakta saja tidak dapat menginspirasi manusia untuk mengubah keyakinan atau tindakan mereka,” kata Jean-Francois Bastin, penulis utama makalah ini.

Sifat tidak berwujud dari laporan tentang perubahan iklim, kata dia, gagal untuk menyampaikan urgensi secara memadai. “Sulit membayangkan bagaimana pemanasan 2 derajat Celsius, atau perubahan suhu rata-rata pada tahun 2100, dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari,” tambahnya. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Laundry Asal Jakarta Raih Juara IBPLA 2019

Daerah / Polisi Lokalisir Warga Kampung Register 45 Mekarjaya

Daerah / Waduh! Tiga Orang Tewas Setelah Tawuran Antar Kampung

Ekonomi / Hino Safety Driving Competition Masuki Babak Grand Final

Ekonomi / Bank KEB Hana Resmi Jadi Bank RDN

Lifestyle / Diperiksa Penyidik, Berikut Pengakuan Barbie Kumalasari


Baca Juga !.